BKG

Wibisono, HaryoKunto (2012) Perencanaan Pembangunan Permukiman Perdesaan (Studi Kasus, Dusun Cerme, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Diskursus perubahan sosial yang terjadi dalam sebuah negara-bangsa, akan memberi dampak baru bagi beberapa model pembangunan, yang terbagi menjadi dua konsentrasi teritori yaitu perdesaan dan perkotaan, yang dimana manusia tinggal di dalamnya serta mengadakan interaksi sosial, telaah sosio-antropologis menyatakan bahwa dua sektor tersebut menjadi semacam indikator bagi adanya pembangunan dalam sebuah wilayah. Salah satunya adalah permukiman sebagai wadah interaksi sosial antar manusia yang terdapat didalamnya. Permukiman tentunya dipahami dalam pengertian bahwa ruang tersebut adalah bagian penting dari organisasi manusia sekaligus perwujudan dari sosialisasi antar penduduk dalam satu daerah tertentu. Sehingga permukiman tak hanya dipahami secara bangunan fisik saja, namun memperhatikan pula lokalitas dari penduduk tersebut, khususnya perdesaan yang berbasiskan aspek agraris, serta dominan bertani. Isu perubahan sosial mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, serta kependudukan mengikutsertakan studi kawasan perdesaan sebagai objek analisis yang akan menentukan bagaimana metode untuk membangun dalam aspek ekonomi, politik, dan budaya. Tesis ini bertujuan untuk menganalisis; 1) Mendeskripsikan pola permukiman perdesaan berdasarkan karakakteristik wilayah tersebut. 2) Menjelaskan pentingnya model perencanaan pembangunan permukiman perdesaan dalam merumuskan program pembangunan di wilayah ini sesuai potensi dan karakteristik wilayah perdesaan. 3) Mengetahui masalah dan arahan perencanaan pembangunan permukiman perdesaan. Hasil temuan dilapangan bahwa perencananan pembangunan yang dilakukan di Dusun Cerme mengacu pada pada karakteristik permukiman yaitu Man (Manusia), Society (Masyarakat) ,Shells (Permukiman) , Network (Jaringan). Dengan karakter tersebut bisa menjadi acuan bagi perencanaan pembangunan dengan basis partisipatif, sehingga mampu menjadi arahan bagi perencanaan pembangunan permukiman di wilayah perdesaan, dalam hal ini Dusun Cerme. Terdapat beberapa arahan pengembangan perdesaan yang bisa diaplikasikan di wilayah Dusun Cerme antara lain di bidang; Sosial Kemasyarakatan, Sarana dan Prasarana, Pertanian dan Industri. Dengan demikian menghasilkan program perencanaan pembangunan yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Malang tahun 2012-2015.

English Abstract

The discourse of social change in a nation-state, will give a new impact to some model of development, which is divided into two territories, namely the concentration of rural and urban areas, where people who live in them as well as social interaction, socio-anthropological study stated that the two sectors is a kind of indicator for the development of a region. One is the settlement as a means of social interaction between people in them. The settlement must be understood in the sense that space is an important part of human organizations as well as the embodiment of socialization among residents in a particular area. So that settlement is not only understood in a physical building, but also consider the locality of the population, especially rural-based agrarian aspect, as well as the dominant farming. Social change issues ranging from food security, climate change, and population studies include rural areas as an object of analysis that will determine the method how to build the economic, political, and cultural. This thesis aims to analyze: 1) Describe the pattern of rural settlements by karakakteristik region. 2) Explain the importance of rural settlement planning model in formulating development programs in the region according to the potential and characteristics of rural areas. 3) Knowing the problem and the direction of rural settlement planning. The findings of the field that perencananan development performed in Dusun Cerme refers to characteristics of settlements, such as follows ; Man (Human), Society (Society), Shells (Housing), Network (Network). These characters could be a reference for planning development with participatory basis, so it can be a direction for planning of settlements in rural areas, in this case Dusun Cerme. There are several directions of rural development that can be applied in the hamlet Cerme among others in the field; Social Community, Infrastructure, Agriculture and Industry. Thereby generating program development plans in accordance with the Malang Regency Development Plan Medium Term 2012-2015.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/307.14/WIB/p/041205642
Subjects: 300 Social sciences > 307 Communities > 307.1 Planning and development
Divisions: S2 / S3 > Magister Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi
Depositing User: Endro Setyobudi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/155569
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item