BKG

Santosa, EndratnoBudi (2012) Pola Permukiman Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tatanan Permukiman sangat dipengaruhi aspek non fisik penghuninya, yang salah satunya adalah budaya dan kepercayaan. Kondisi ini terjadi juga pada komunitas masyarakat jawa, yang memiliki karakteristik unik, yang disebut sebagai komunitas aboge ( alief-rebo-wage ) . Komunitas ini merupakan salah satu kelompok masyarakat yang mendiami Desa Petungsewu, di Kecamatan Dau-Kabupaten Malang. Selain komunitas ini, juga terdapat komunitas kejawen biasa, dan juga komunitas santri yang dengan berbagai persepsi mental dan interaksi pelakunya mempengaruhi dan membentuk pola permukiman, yang cenderung dipengaruhi oleh aspek kepercayaan. Perwujudan lingkungan permukiman dalam budaya jawa terbagi atas komponen longkangan, palungguhan, panepen dan panggonan , sementara karakteristik masyarakat yang mempengaruhi ruang antara lain dari sisi kepercayaan, ikatan sosial, ekspresi pribadi dan pemaknaan. Menggunakan alat analisis deskriptif-kualitatif dan pemetaan perilaku juga peta mental dari narasumber terpilih sejumlah duapuluh satu orang , maka pada akhirnya bisa diketahui keunikan karakteristik masyarakatnya, dan tentunya pola permukiman yang terbentuk. Berdasarkan studi yang ada didapatkan bahwa paling tidak karakter masyarakat yang ada terbagi atas 3 komunitas, yaitu kejawen aboge, komunitas santri, dan kejawen biasa, yang sebarannya ada pada sisi Barat, Tengah, dan Timur desa. Karakteristik khusus dari komunitas kejawen aboge yang menjadi fa k tor penarik utama dari kajian ini adalah sisi penggunaan kalender yang mempengaruhi penggunaan waktu, dan pada akhirnya juga mempengaruhi tatanan ruang. Setiap komunitas memiliki spesifikasi karakteristik, yang salah satunya yang dipunyai masyarakat kejawen (biasa maupun aboge ) adalah dari kepercayaan terhadap ruang pedhanyangan , dan juga konsepsi sedulur/keblat papat lima pancer, serta prinsip harmonisasi ketetanggan, yaitu moncopat . Pola permukiman yang terbentuk merupakan penggabungan dari pola klaster dan linear, yang terbentuk akibat pertautan antara berbagai komponen jenis ruang longkangan, palungguhan, panepen dan panggonan dalam berbagai skala, orientasi linear terhadap arah Barat-untuk Gunung Panderman-Srandil dan arah Kiblat, dan juga hirarki ruang yang ada yang menempatkan ruang rumah tokoh aboge , ruang pedhanyangan , dangau dan ladang sebagai ruang terpenting pembentuk pola ruang desa. Arah hadap rumah berdasar neptu penghuni awal, adanya ruang padepokan, orientasi terhadap punden dan juga gunung sebagai orientasi skala desa merupakan beberapa kesimpulan yang bisa didapat. Adapun beberapa hal yang bisa direkomnedasikan dari hasil penelitian ini antara lain mengenai kajian penerapan lebih lanjut dari konsepsi moncopat, perbandingan penelitian komunitas aboge di tempat lainnya, serta desain pengganti ruang penjaga dalam berbagai skala.

English Abstract

Settlement Order greatly influenced non-physical aspects of the occupants, one of which is the culture and beliefs. This condition occurs also in the Java community, which has unique characteristics, which are referred to as community aboge (alief-rebo-wage ). This community is one of the groups of people who inhabit the village Petungsewu, in District-Dau Malang. In addition to this community, as well ordinary Javanese community, and the santri community with a variety of mental perception and interaction of the actor influencing and shaping the settlement patterns, which tend to be influenced by aspects of trust. Embodiment settlements in Javanese culture is divided into components longkangan, palungguhan, panepen and panggonan, while community characteristics that influence the space between the other side of the trust, social ties, personal expression and meaning. Using descriptive-qualitative analysis tools and mapping behavior is also a mental map of the interviewees chosen twenty one of informan, it might eventually be known unique characteristics of communities, and of course, settlement patterns are formed. Based on existing studies found that at least the existing character of the community is divided into three communities, namely kejawen aboge , community, students, and ordinary Javanese, which was spreading in the West, Central, and East Village. Specific characteristics of the Javanese community aboge the main pull factors of the study is the use of a calendar that affect the use of time, and ultimately also affect the structure of space. Each community has a specification characteristics, one of which belongs to the Javanese (regular or aboge ) is of the belief pedhanyangan space, and also the conception sedulur/keblat papat five pancer, as well as the principle of harmonization ketetanggan , namely moncopat. Settlement patterns formed by a merger of the cluster and linear patterns, which are formed by the convergence between different types of space longkangan, palungguhan, panepen and panggonan in various scales, linear orientation toward the west-to-Srandil Mount Panderman and Qibla direction, as well as the hierarchy existing space that puts the figure aboge space, space pedhanyangan , loom and fields as the most important living space pattern forming village. Direction toward home based Neptu earliest inhabitants, a hermitage space, the orientation of the mountain punden well as the orientation of a village are several conclusions that can be obtained. The few things that could recommended of this research include the study of the further application of concept moncopat , comparative studies aboge communities in other places, as well as the design of replacement guard space in a variety of scales.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/307.14/SAN/p/041204425
Subjects: 300 Social sciences > 307 Communities > 307.1 Planning and development
Divisions: S2 / S3 > Magister Teknik Elektro, Fakultas Teknik
Depositing User: Endro Setyobudi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/155566
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item