BKG

Ismoyo, Cahyo (2015) Perencanaan Partisipatif Dalam Perspektif Community Development” (Studi tentang Perencanaan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Masyarakat di Perumahan Bumi Ketapang Damai kelurahan Kebonmanis Ke. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Persoalan sampah di Indonesia telah menjelma menjadi masalah yang pelik dan sulit dipecahkan. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah mengubah metode pengelolaan sampah dari pipe line menuju pengelolaan dengan basis 3R (reduse, reuse, recycle), hal ini tidak akan tercapai tanpa adanya partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan dan evaluasi. Disisi lain perencanaan dengan melibatkan masyarakat (perencanaan partisipatif) belum menemukan bentuk idealnya, rendahnya kualitas partisipasi selalu menjadi persoalan utamanya. Community development dipandang sebagai konsep yang digunakan selain untuk mewadahi partisipasi, konsep ini juga digunakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Dalam prosesnya community development bertujuan meningkatkan kapasitas pengambilan keputusan masyarakat yang berguna untuk mengatasi persoalan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. melalui proses inilah kemudian persoalan persampahan di perumahan direncanakan. Tujuan penelitian ini adalah: pertama, untuk mendiskripsikan dan menganalisis proses perencanaan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan perpektif community development; kedua, mendiskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan manfaat yang diperoleh masyarakat dari proses perencanaan ini; dan ketiga, mengidentifikasi dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat prose perencanaan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat. Hasil temuan dilapangan menunjukkan bahwa penggunaan konsep community development mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam perencanaan sehingga mampu mengatasi persoalan sampah dilingkungan sekaligus memperkuat struktur masyarakat. Faktor pendukung dari perencanaan ini adalah adanya kesadaran masyarakat untuk berubah; tim fasilitator yang berproses bersama masyarakat; proses perencanaan yang bersifat terbuka; dan adanya dukungan dari tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan sektor privat. sedangkan yang menjadi faktor penghambat adalah: rendahnya kepedulian dan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah secara umum; adanya mental block yang berasal dari pengalaman masa lalu; dan ketidakpercayaan akan pengaruh partisipasi masyarakat terhadap hasil perencanaan.

English Abstract

Waste problem in Indonesia has become complicated and difficult problem to solve. One attempt to overcome this problem is to change the method of waste management from the pipe line to the management on the basis of the 3Rs (reduce, reuse, recycle). It will not be achieved without the participation of the community in the planning, implementation, management and evaluation. On the other hand planning with community involvement (participatory planning) has not found its ideal form, the low level of participation has always been a major issue. Community development is seen as a concept that is used in addition to facilitate participation, the concept is also used to increase public participation. In the process of community development, it aims to improve the capacity of community decision-making that is useful to overcome the problem by utilizing existing resources. Through this process then the solution for issue of waste in the planned housing is planned.. The purpose of this research are: first, to describe and analyze the process of community-based waste management planning with community development perspective; second, to describe, analyze and interpret the public benefits derived from this planning process; and third, to identify and analyze the factors supporting and inhibiting the process of community based household waste management planning. The result of this study indicate that the use of the concept in the field of community development can increase the capacity of communities in the planning so as to overcome the problem of waste in the environment while strengthening the structure of community. Supporting factor of this planning is the community awareness to change; facilitator team proceeds with the community; planning process that is open; and the support of community leaders, local governments and the private sector. while the inhibiting factor is: lack of awareness and knowledge about the waste management in general; their mental block that comes from past experience; and distrust of public participation influence in the planning results.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/307.14/ISM/p/2015/041500506
Subjects: 300 Social sciences > 307 Communities > 307.1 Planning and development
Divisions: S2 / S3 > Magister Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/155562
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item