BKG

OviliaDwiAdiati, (2006) Penentuan Kadar Air Keseimbangan dan Konstanta Pengeringan Pati Tapioka (Manihot esculenta Crantz) pada Pengering Elektrik Berdinding Akrilik. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pati tapioka ( Manihot esculenta Crantz ) merupakan produk hasil pengeringan yang berguna dalam pemanfaatan bahan pangan dan industri pakan ternak. Untuk mendapatkan pati tapioka yang kering agar awet dan mudah dalam penyimpanannya, tidak cukup hanya dengan pengeringan secara alami. Alat pengering elektrik berdinding akrilik digunakan sebagai media pengering yang efektif karena bahannya transparan, mudah penggunaannya cukup menggunakan lampu pijar sebagai sumber panas dan blower untuk membantu aliran udara dalam ruangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar air keseimbangan, konstanta pengeringan, laju pengeringan dan rendemen produk pati tapioka. Pada penelitian ini pati tapioka basah yang ditempatkan dalam satu loyang besar dikeringkan selama 12 jam di dalam alat pengering elektrik berdinding akrilik, sedangkan tiga buah sampel lainnya ditempatkan pada cawan-cawan dalam oven Heraeus untuk dicari kadar airnya. Tiap satu jam selama waktu pengeringan 12 jam diamati terjadinya suhu konstan dan RH konstan sehingga pati tapioka mencapai kadar air keseimbangan. Setelah itu dicari berat kering pati tapioka menggunakan oven Heraeus selama 24 jam pada suhu 105 oC agar mudah menentukan kadar air akhir pati tapioka. Berdasarkan hasil pengamatan kadar air keseimbangan pati tapioka tercapai sebesar 1,64 %bb pada saat jam ke- 6 dan jam ke-7, dengan suhu konstan 42,5 oC dan RH konstan sebesar 41 %. Proses yang terjadi adalah kadar air keseimbangan dinamis karena adanya aliran udara dalam ruang pengering. Laju pengeringan yang terjadi adalah laju pengeringan menurun karena setelah mengalami laju pengeringan yang konstan dan mempengaruhi gerak pengeringan dimana seluruh permukaan tidak lagi basah sehingga kadar airnya menjadi lebih kecil daripada kadar air kritis. Sedangkan menurut hasil perhitungan didapatkan kadar air akhir pati tapioka yang tercapai adalah sebesar 1,45 %bb, kadar air keseimbangan sebesar 1,36 %bb, laju pengeringan sebesar 0,1 %bb/jam, konstanta pengeringan 0,52/jam, dan rendemen sebesar 54,18 %. .

English Abstract

Tapioca’s starch ( Manihot esculenta Crantz ) is produced by drying treatment which useful for beneficial foodstuffs and breeding industries. Natural drying it is not good enough to produce the lasting tapioca’s starch, so it has to be dry enough and easiliy for the storage. The performance of acrylic electrical dryer is like the others dryer equipment, it is more effective because it is using transparent material, easy to use with electric bulb as heat source and using blower to make the air environment inside dryer keep flowing. This study aimed at finding the equilibrium moisture content, drying constant, drying rate and rendement of cassava starch. In this treatment, wet tapioca’s starch was put on the bigger plate, it is drying until 12 hours inside the acrylic electrical dryer, thus the other sample which is contributed to three plate, was put on the Heraeus oven to define the moisture content. Every hours until 12 hours of the drying time, the environment inside dryer and tapioca’s starch was observed by constant temperature and constant relative humidity then reaching equilibrium moisture content. After 12 hours, tapioca’s starch was put on the Heraeus oven until 24 hours at temperature 105 oC to finding the final moisture content. Based on this experiment founded the equilibrium moisture content of tapioca’s starch reaching 1,64 %wb at 6 hours and 7 hours on the drying time, contains constant temperature at 42,5 oC and constant relative humidity at 41 %. This experiment has shown equilibrium moisture content reached because the air is generally mechanically moved. Following this case, the rate of drying is defined as falling-rate periode, because the falling-rate period enters after the constant drying rate period and corresponds to the drying cycle where all surface is no longer wetted, then made moisture content decreases rather than critical moisture content. Based on the calculation of tapioca’s starch is given final moisture content at 1,45 %wb, equilibrium moisture content exceeds 1,36 %wb, drying rate exceeds 0,1 %wb/hours, drying constant exceeds 0,52/hours, and rendement exceeds 54,18 %.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FTP/2006/159/050602325
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 641 Food and drink > 641.4 Food preservation and storage
Depositing User: administrator repository
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/147547
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item