BKG

AfriantoRamadani, Muhamamad (2017) Pengaruh Suhu Plat Terhadap Kemampubentukan Pada Pengerolan Panas Aluminium-Magnesium Cor. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Aluminium-magnesium memiliki sifat mudah dibentuk. Jika dipanaskan pada suhu yang tepat ketika pengerolan, maka cacat yang terjadi akan semakin berkurang. Proses pengerolan panas mengubah dimensi benda kerja, pada prosesnya sering muncul cacat seperti cacat kerataan, cacat alligatoring, cacat patah, dan cacat cetakan. Perlu dilakukan sebuah proses produksi pada suhu yang tepat agar benda kerja memiliki ukuran yang seragam serta tanpa mengalami cacat. Proses pengerolan panas mengubah bentuk benda kerja, pada prosesnya sering muncul cacat seperti cacat kerataan, cacat aliigatoring, cacat patah, dan cacat cetakan. Perlu dilakukan sebuah proses produksi pada suhu yang tepat agar benda kerja memiliki ukuran yang seragam serta tanpa mengalami cacat. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap cacat dan kemampubentukan pada aluminium-magnensium cor. Dengan melakukan pengujian pengerolan panas pada aluminium-magnesium cor sebagai metode yang digunakan. Suhu yang dipakai antara 275 °C, 325 °C, 375 °C, 425 °C, dan 475 °C, kadar magnesium yang digunakan sebesar 6 %, dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Kemampubentukan dapat dilihat dari pertambahan panjang, pertambahan lebar dan pengurangan tebal setelah pengerolan. Sedangkan cacat dapat dilihat dari permukaan benda kerja setelah pengerolan. Setelah itu bandingkan ukuran benda kerja dan cacat sebelum pengerolan tersebut Hasil yang diperoleh rasio rata-rata pertambahan panjang, pertambahan lebar, dan pengurangan tebal sebesar 5,958 : 1 : 3,8. Terdapat pertambahan panjang yang menyimpang dari hipotesis awal yaitu pada suhu 275 °C dan 425 °C. Hal ini dapat terjadi dikarenakan awal pengerolan tebal benda kerja lebih kecil daripada tebal benda kerja pada suhu yang lainnya. Pada rata-rata lebar terdapat penyimpangan pada suhu 375 °C, 425 °C, dan 475 °C. Hal ini bisa disebabkan oleh pembebanan yang tidak merata atau berbeda pada mesin rol. Pada rata-rata tebal terdapat penyimpangan 275 °C, 325 °C, dan 425 °C. Pada suhu 275 °C rata-rata pertambahan tebal sangat tinggi, ini bisa disebabkan karena spesimen pada suhu ini memiliki tebal yang lebih kecil daripada spesimen yang lainnya.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2017/256/051702066
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/145478
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item