BKG

DwiDhaniar, Bahyra (2017) Pengujian Beda Dimensi Alat Penyulingan terhadap Rendemen dan Kualitas Minyak Atsiri Kemangi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kemangi merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia. Daun kemangi memiliki rasa agak manis, berbau harum dan menyegarkan. Namun daun kemangi ini kebanyakan hanya dimanfaatkan untuk dikonsumsi langsung sebagai lalap yang berfungsi sebagai penghilang bau mulut, padahal tanaman kemangi memiliki kandungan minyak atsiri yang nilai ekonomisnya lebih tinggi. Minyak kemangi memiliki efek yang kuat pada sistem pencernaan sebagai perangsang selera makan. Selain itu, minyak kemangi juga mampu meningkatkan sekresi lambung dan memiliki efek karminatif. Untuk meningkatkan kandungan alami yang terdapat dalam minyak atsiri, beberapa perlakuan awal bahan yang diterapkan antara lain pengecilan ukuran dan pelayuan. Konstruksi dan dimensi alat penyulingan yang tepat juga dapat meningkatkan rendemen minyak atsiri yang dihasilkan. Kemangi yang digunakan berasal dari Pasar Dinoyo, Malang sebanyak 4000 gram. Bagian kemangi yang digunakan adalah daun beserta tangkainya. Pelayuan dilakukan hingga kadar air mencapai 10-20%. Alat penyulingan yang digunakan adalah alat suling dengan rasio D/H=1:1,6 dan alat suling dengan rasio D/H=1:3,3 yang terbuat dari stainless steel. Metode penyulingan yang digunakan adalah metode air dan uap selama 6 jam pada tekanan barometrik. Pemisahan minyak atsiri dengan air menggunakan corong pisah. Pengeringan minyak kemangi dari kandungan air menggunakan Na2SO4 anhidrat. Perbedaan dimensi alat penyulingan yang digunakan untuk mengetahui pengaruh perbandingan diameter dengan tinggi alat penyulingan terhadap rendemen dan kualitas minyak atsiri kemangi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak hasil alat penyulingan rasio D/H=1:3,3 menghasilkan rendemen yang lebih tinggi (0,0863%) dibandingkan alat penyulingan rasio D/H=1:1,6 (0,0623%). Dari hasil GC/MS didapatkan bahwa minyak hasil alat penyulingan dengan rasio D/H=1:1,6 maupun D/H=1:3,3 memiliki komponen utama yang sama, yaitu neral dan geranial. Presentase area neral dan geranial pada minyak hasil alat penyulingan dengan rasio D/H=1:3,3 lebih tinggi (22,71% dan 34,01%) dibandingkan dengan alat penyulingan dengan rasio D/H=1:1,6 (20,09% dan 27,43%). Indeks bias minyak hasil alat penyulingan dengan rasio D/H=1:1,6 sebesar 1,5005 sedangkan nilai indeks bias minyak hasil alat penyulingan dengan rasio D/H=1:3,3 sebesar 1,4857. Minyak hasil alat penyulingan dengan rasio D/H=1:1,6 berwarna kuning keemasan, sedangkan minyak yang dihasilkan alat penyulingan dengan rasio D/H=1:3,3 berwarna kuning kecoklatan.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2017/242/051701494
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering and related technologies
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/145462
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item