BKG

RidloHaqiqi, Muhammad (2017) Pengaruh Air Fuel Ratio terhadap Kinerja Mesin Otto 4 Langkah Sistem Injeksi Berbahan Bakar CNG. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kebutuhan akan energi pada kendaraan bermotor semakin meningkat seiring semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber energi alternatif yang lebih aman, dan dapat terjamin ketersediaannya di masa depan. Compressed Natural Gas (CNG) dapat menjadi solusi sumber energi alternatif pada mesin otto karena memiliki nilai oktan yang tinggi (RON 120) dan nilai kalor (LHV) yang lebih tinggi dibandingkan bahan bakar gasoline. CNG merupakan gas alam dengan kandungan gas CH4 atau methane yang telah dimampatkan. Terdapat perbedaan karakteristik antara bahan bakar gasoline dengan bahan bakar CNG, salah satunya yaitu perbedaan rasio kandungan H/C yang akan mengakibatkan tidak sesuainya nilai air fuel ratio menggunakan bahan bakar CNG sehingga akan mempengaruhi kinerja dari mesin tersebut. Selain itu, siklus pembakaran yang sangat cepat pada mesin otto menyebabkan perlu adanya peningkatan nilai air fuel ratio untuk mendapatkan kinerja yang maksimal. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai air fuel ratio untuk memaksimalkan kinerja pada mesin otto ini. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan mesin otto 4 langkah satu silinder bervolume 124.8cc sistem injeksi. Bahan bakar gasoline yang umumnya digunakan pada mesin otto diganti menggunakan bahan bakar CNG dengan memvariasikan nilai air fuel ratio CNG untuk mengetahui pengaruh dari air fuel ratio terhadap kinerja mesin otto. Air fuel ratio yang divariasikan sebesar AFR 15 (ɸ1.14), AFR 16 (ɸ1.07), AFR 17 (ɸ1.01), AFR 18 (ɸ0.95) pada putaran mesin 2500-7000 putaran/menit dengan interval putaran 500 putaran/menit. Hasil pengujian kinerja dengan memvariasikan air fuel ratio tanpa mengubah parameter ignition timing didapatkan bahwa pada nilai torsi dan daya termal efektif tertinggi pada variasi AFR 15 (ɸ1.14). Sedangkan nilai SFCe dan efisiensi terbaik didapatkan pada variasi AFR 17 (ɸ1.01). Nilai torsi dan daya termal efektif maksimum CNG ini masih 11% dan 6.4% dibawah torsi dan daya termal efektif maksimum gasoline, sedangkan untuk SFCe dan efisiensi termal efektif CNG lebih baik 14.4% dan 4.4% dibandingkan gasoline. Namun dengan mempercepat ignition timing 2o saat putaran rendah (<4500 rpm) dan 4o saat putaran tinggi (>4500 rpm) pada setiap variasi AFR, dapat memperbaiki nilai torsi maksimum CNG dengan AFR 15 (ɸ1.14) yang hanya 1.4% dibawah gasoline dan daya termal efektifnya 0.84% diatas gasoline. Sedangkan untuk nilai SFCe dan efisiensi termal efektif CNG dengan AFR 17 (ɸ1.01) lebih baik 25% dan 19.1% dibandingkan menggunakan gasoline.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2017/203/051701452
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/145417
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item