BKG

Agnowara, Hairunisa and Simanjuntak, Rendhy Mahendra (2017) Studi Pengaruh Kondisi Operasi Pada Proses Penyerapan CO2 Menggunakan Membran PTFE Sebagai Media Kontaktor,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Karbon dioksida (CO2) merupakan salah satu gas yang mudah ditemukan di lingkungan. Senyawa tersebut merupakan hasil dari reaksi pembakaran bahan bakar hidrokarbon. Seiring meningkatnya pembakaran senyawa hidrokarbon, keberadaan gas CO2 juga meningkat sehingga dapat merugikan lingkungan. Maka dari itu diperlukan sebuah teknologi untuk mengurangi gas CO2 di lingkungan. Proses penyerapan menggunakan membran sebagai membran gas absorpsi dinilai sebagai proses yang dapat mengatasi kendala pada kontaktor konvensional (kolom absorpsi). Pada penelitian ini dilakukan proses penyerapan CO2 dengan membran PTFE sebagai membran gas absorpsi dan larutan monoethanolamine (MEA) 1,62 M sebagai pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi operasi berupa temperatur operasi terhadap proses penyerapan CO2 dalam membran gas absropsi pada 2 laju alir berbeda. Gas campuran CO2/N2 dengan konsentrasi CO2 sebesar 17-25% dialirkan menuju gas side dalam membran gas absropsi dengan perbedaan laju alir gas 360 ml/min dan 720 ml/min. Pada saat yang bersamaan, larutan MEA 1,62 M dialirkan menuju liquid side pada membran gas absorpsi dengan laju alir 50 ml/min. Kemudian gas dan liquid mengalami kontak dengan membran dan terjadi penyerapan CO2 pada larutan MEA 1,62 M. Proses penyerapan dilakukan selama 10 menit setelah laju alir gas dan liquid stabil dengan variasi temperatur operasi pada 288 K, 293 K, 298 K, dan 303 K. Gas CO2 yang terserap dalam larutan MEA 1,62 M diuji konsentrasinya menggunakan standar metode ASTM UOP 829-82. Sedangkan gas CO2 yang tidak terserap diuji konsentrasinya menggunakan gas chromatography (GC). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kondisi operasi dalam penyerapan CO2 menggunakan membran gas absropsi. Pada variasi temperatur operasi yang berbeda terjadi besar penyerapan yang berbeda pula. Semakin tinggi temperatur maka semakin banyak CO2 yang terserap dalam larutan MEA 1,62 M menggunakan membran gas absorpsi. Tetapi pada temperatur yang rendah, terjadi kecenderungan tidak adanya penyerapan CO2 oleh larutan MEA 1,62 M. Pada laju alir gas yang berbeda juga terjadi perbedaan besar pada penyerapan CO2. Laju alir yang lebih tinggi dapat meningkatkan penyerapan CO2 dalam larutan MEA 1,62 M menggunakan membran gas absorpsi. Kondisi optimum fluks dan penyerapan CO2 dicapai pada suhu 303 K dengan laju alir gas 720 ml/min secara berurut sebesar 0,0174 mmol/cm2·s dan 0,01044 mmol/ml MEA.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2017/200/051701354
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering and related technologies
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/145413
Text
Hairunisa Agnowara dan Rendhy Mahendra Simanjuntak.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item