BKG

Jalaluddin, Bilhaq (2017) Pengaruh Penambahan Etil Ester Minyak Jarak Pagar Dalam Air Sebagai Phase Change Material,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pemakaian energi yang berasal dari bahan bakar minyak fosil semakin meningkat, sedangkan ketersediaan energi semakin berkurang karena tidak dapat diperbaharui. Jika hal ini terus berlanjut akan mengakibatkan krisis sumber energi. Untuk mengurangi krisis energi dibutuhkan solusi untuk meningkatkan efisiensi dalam memanfaatkan energi. Salah satu solusinya adalah Phase change material (PCM) yang merupakan teknologi penyimpan panas laten. Saat ini air merupakan PCM yang paling banyak digunakan karena memiliki karakteristik yang baik, terutama kapasitas panas laten air yang tinggi .Namun dalam aplikasinya, air tidak dapat digunakan pada suhu dibawah 0oC, karena air membeku pada suhu tersebut. Selain itu terdapat supercooling pada air yang menyebabkan energi yang dibutuhkan untuk membeku lebih banyak. Minyak jarak pagar merupakan tanaman yang banyak mengandung asam lemak tak jenuh. Asam lemak tak jenuh memiliki titik beku yang rendah, sehingga cocok sebagai bahan PCM suhu rendah. Akan tetapi, kalor laten yang dimiliki asam lemak maupun etil ester minyak jarak lebih rendah dari air. Maka campuran etil ester minyak jarak ke dalam air diharapkan mampu menurunkan titik beku/titik leleh dari air sekaligus menjaga kapasitas kalor laten tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan etil ester minyak jarak pagar dalam air sebagai phase change material. Pada penelitian ini dilakukan penambahan campuran etil ester minyak jarak pagar dalam air sebesar 10%, 20%, 30% dengan presentase volume. Larutan tersebut dibekukan dalam freezer dengan temperatur pembekuan sekitar -20oC ~ -25oC. Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin banyak presentase larutan akan menyebabkan titik beku (freezing point) semakin rendah, hal ini disebabkan karena sifat koligatif larutan. Selain itu penambahan etil ester dalam air dapat meniadakan supercooling, karena etil ester dapat berperan sebagai agen pembentukan inti (nukleasi). Namun disisi lain, semakin banyak presentase etil ester dalam air akan menyebabkan kalor yang dapat diserap juga semakin rendah. Hal tersebut disebabkan karena kalor yang dapat diserap oleh etil ester lebih rendah dari kalor yang dapat diserap air.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2017/100/051701253
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/145299
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item