BKG

Aji, BudiardoAndaru (2016) Pengaruh Variasi Panjang Sudut Chamfer Baja St41 Pada Pengelasan Gesek Baja St41 Dengan Tembaga Terhadap Kekuatan Tarik”. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Saat ini telah banyak mesin industri yang modern dan canggih, baik industri kecil maupun besar. Dengan banyaknya penggunaan mesin-mesin yang canggih maka semakin cepat pula suatu industri untuk meproduksi suatu barang, dengan semakin canggihnya mesin indsutri saat ini maka banyak metode untuk penghematan waktu serta biaya produksi. Salah satu caranya ialah dengan metode pengelasan, berbagai macam pengelasan telah digunakan untuk penyambungan batang-batang konstruksi bangunan baja, konstruksi bangunan aluminium dan konstruksi mesin. Proses penyambungan yang menggunakan pengelasan yaitu las gesek yang memiliki keunggulan lebih rendahnya tingkat porositas pada sambungan las, dan lebih praktis jika dibandingkan dengan metode pengelasan yang lain. Mekanisme dari friction welding adalah dengan memutar salah satu material dan material yang lainnya tidak berputar hanya maju dan memberikan tekanan pada material yang berputar hingga menimbulkan panas dan mengakibatkan ke dua material tersebut melebur menjadi satu pada permukaan yang digesekan. Pada penelitian ini dilakukan proses pengelasan gesek menggunakan mesin bubut dengan variasi panjang chamfer pada baja st41 yaitu 0 mm, 3 mm, 5 mm, dan 7 mm. Material yang digunakan yaitu baja st41 dan tembaga yang berdiameter 18 mm, proses pengelasan selama 30 detik, putaran spindle chuck yang digunakan 1600 rpm, dan holding time setelah proses pengelasan selama 1 menit. Setelah proses pengelasan benda kerja di bubut sesuai standart uji tarik AWS, lalu dilakukan pengujian tarik menggunakan mesin uji tarik. Hasil yang didapatkan dari peneitian ini yaitu nilai kekuatan tarik semakin luas permukaan yang bergesekan maka kekuatan tariknya semakin tinggi, serta penggunakan chamfer memiliki kekuatan tarik yang lebih tinggi daripada tanpa chamfer. Nilai Kekuatan tarik terendah pada sambungan 0 mm atau tanpa chamfer dengan nilai kekuatan tarik rata-rata 303.539 N/mm2, sedangkan nilai kekuatan tarik tertinggi pada sambungan chamfer 3 mm dengan nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 328.7529 N/mm2. Penggunaan sudut chamfer memiliki pengaruh pada hasil sambungan las, semakin luas permukaan yang bergesekan maka kekuatan tariknya semakin tinggi.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/947/051611690
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/145234
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item