BKG

Satwika, YogaBhagas (2016) Desain Total Productive Maintenance (TPM) Guna Mengurangi Losses Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Lini X (Studi Kasus : PT. Pindad Turen). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

PT. Pindad (Persero) merupakan salah satu produsen amunisi terbesar di Indonesia dibawah naungan kementerian BUMN yang berbentuk persero. Untuk memenuhi target, mesin-mesin diharuskan selalu tetap berada pada kondisi optimal agar produksinya tidak terganggu. Namun terdapat permasalahan yaitu kerusakan peralatan utama yang sering terjadi sewaktu-waktu yang mengakibatkan adanya downtime atau berhentinya unit produksi karena adanya kerusakan yang berdampak pada terganggunya produksi amunisi, salah satunya adalah kerusakan mesin press I yang termasuk dalam pada Lini X. Pada penelitian ini dilakukan analisis dan perencanaan pemeliharaan sesuai dengan pilar Total Productive Maintenance (TPM). Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Lini X dengan menghitung Availability Rate, Performance Rate dan Quality Rate terlebih dahulu. Setelah ditemukan mesin dengan nilai OEE paling rendah, maka dilakukan perhitungan Six Big Losses pada mesin tersebut. Perhitungan Six Big Losses meliputi Downtime Losses, Speed Losses dan Quality Losses. Analisis losses terbesar menggunakan diagram sebab akibat. Penelitian dilakukan pada Lini X yang terdiri dari Mesin Press I, Mesin Press II, Mesin Drilling, Mesin Drawing, Mesin Grooving, dan Mesin Cutting. Data yang diolah adalah data pemeliharaan dan data produk tahun 2015. Perhitungan six big losses berdasarkan nilai OEE terendah pada Lini X yaitu mesin press I sebesar 70,92%. Dari perhitungan six big losses didapatkan losses terbesar mesin press I yaitu Breakdown Losses yang termasuk dalam Downtime Losses sebesar 56,135%. Dengan analisis diagram sebab akibat didapatkan bahwa penyebab breakdown losses yang besar dikarenakan pengadaan komponen membutuhkan waktu yang lama. Rekomendasi pemeliharaan komponen yang diusulkan berdasarkan pilar TPM antara lain dengan (1) menerapkan Autonomous Maintenance yang didukung dengan hasil perhitungan MTTF sebesar 39,3152 jam; (2) Planned maintenance yang dibuat lebih mengarah pada preventive maintenance. Jika dilakukan penggantian komponen secara corrective maintenance, komponen yang rusak akan mengimbas kepada komponen lain dan performa mesin akan menurun; (3) dan pengecekan gudang penyimpanan komponen untuk menghindari waktu menunggu komponen terlalu lama.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/738/051608625
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144994
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item