BKG

Muchtar, DimasAli (2016) Pengaruh Variasi Jenis Gas terhadap Laju Pembentukan, Stabilitas dan Kapasitas Penyimpanan Hidrat. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Hidrat gas alam adalah kristal padat dengan bentuk menyerupai es yang tersusun atas gas dan air pada tekanan dan temperatur tertentu.Hidrat tersusun atas molekul air yang berikatan membentuk sebuah kerangka yang memiliki rongga, dan rongga akan di tempati oleh molekul gas. Hidrat dalam beberapa tahun terakhir ini mulai banyak di teliti karena semakin banyak peneliti sudah mulai menyadari pentingnya potensi gas hidrat dalam memecahkan masalah krisis energi. Penelitian penelitian gas hidrat ini sudah mencakup parameter pembentukan berbagai macam gas namun masih jarang yang meneliti karakteristik pembentukan hidrat pada masing masing gas.. Karakteristik hidrat meliputi laju pembentukan, stabilitas dan kapasitas penyimpanan hidrat. Penelitian pada laju pembentukan hidrat, crystallizer dibersihkan dengan air demineral dan 50 cm3 air demineralizer dimasukkan ke dalam crystallizer. Campuran propana butana dimasukkan ke dalam crystallizer dengan tekanan yang telah ditentukan (0.2 Mpa) pada temperatur 300 K. Crystallizer dimasukkan ke dalam cooling bath, kemudian temperatur cooling bath diatur sesuai dengan temperatur pembentukan hidrat (273 K) dan mengatur kecepatan putar motor sebesar 200 rpm. Penelitian laju pembentukan hidrat dilakukan selama 10 jam pada setiap variasi gas. Setelah proses pembentukan hidrat dilanjutkan dengan pengujian stabilitas hidrat. Gas yang tidak menjadi hidrat pada laju pembentukan hidrat dibuang terlebih dahulu sebelum pengujian stabilitas. Pembuangan gas dilakukan setelah sistem mencapai suhu kesetimbangan tiga fasa stabilitas. Pengujian stabiltas dilakukan selama 5 jam dengan temperatur cooling bath konstan (268 K) pada setiap variasi tekanan. Pengujian kapasitas penyimpanan hidrat dilakukan setelah stabilitas hidrat. Untuk meneliti kapasitas penyimpanan hidrat, sistem dibiarkan sampai mencapai suhu ruangan, sehingga menyebabkan gas yang terperangkap dalam hidrat terlepas. Besar kapasitas penyimpanan dihitung dari perbandingan volume gas yang terdekomposisi sampai suhu ruangan dengan volume gas hidrat secara teoritis. Hasil penelitian memperlihatkan laju pembentukan paling cepat ditunjukan oleh butana, campuran propana butana dan terakhir oleh metana. Stabilitas paling baik juga ditunjukan oleh butana, campuran propana butana kemudian metana dant pada kapasitas penyimpanan dengan butana adalah gas dengan kapasitas penyimpanan terbesar diikuti campuran propana butana dan terakhir metana.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/582/051607941
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144811
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item