BKG

WismoyoEP, Romanos (1900) Pengaruh Parameter Pemotongan terhadap Kekasaran Permukaan Baja Karbon Sedang pada Proses Conventional Milling Menggunakan Pahat End Mill. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kebutuhan kontruksi ringan yang meningkat dan telah mengarah pada semakin banyaknya pengembangan struktur material baru untuk mendapatkan material yang ringan tetapi mempunyai kekuatan tinggi. Banyak komponen mesin terbuat dari baja karbon dari hasil proses tempa (forging) dimana yang menjadi masalah adalah proses finishing untuk mendapatkan nilai kekasaran yang diinginkan. Proses milling pada permukaan benda kerja yang berfokus pada kekasaran dan kekerasan permukaan, menunjukkan bahwa operasi pemotongan finishing secara signifikan mampu menurunkan kekasaran permukaan (± 46%) tanpa merubah kekerasan. Kekasaran pada permukaan benda kerja yang dihasilkan dipengaruhi beberapa faktor dari sistem pemotongan antara lain adalah parameter pemotongan, geometri pahat dan proses pemotongan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan produk khususnya baja karbon sedang (medium carbon steel) dengan pengaruh variasi feed rate, spindle speed dan depth of cut menggunakan pahat flat bottom end mill dengan proses pemakanan conventional milling.Penelitian ini menggunakan pahat end mill dengan bahan carbida dengan proses conventional milling yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter pemotongan terhadap kekasaran permukaan baja karbon sedang dengan nilai kandungan karbon 0.38%. Masing-masing spesimen diuji nilai kekasaran permukaannya (Ra) menggunakan surface roughness tester. Data hasil penilitian dianalisis dengan metode analisis model regresi untuk mengetahui hubungan paremeter pemotongan terhadap kekasaran permukaan dan untuk mendapatkan persamaan matematis untuk memprediksi nilai kekasaran permukaan. Ditemukan bahwa parameter pemotongan yang paling berpengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan berturut-turut adalah feed rate, spindle speed dan depth of cut, dimana feed rate dan depth of cut memiliki nilai yang berbanding lurus dengan nilai kekasaran permukaan, sedangkan spindle speed memiliki nilai yang berbanding terbalik terhadap kekasaran permukaan. Persamaan matematis yang didapatkan adalah Ra = 0,369 + 0,101X 1 - 0,033X 2 + 0.015X 3 , dimana X 1 adalah variabel feed rate, X 2 adalah variabel spindle speed dan X 3 adalah variabel depth of cut. Persamaan matematis digunakan untuk memprediksi nilai kekasaran permukaan dengan memilih parmeter pemotongan yang tepat untuk mendapatkan kekasaran permukaan yang optimal. Dan kekasaran permukaan yang optimal dalam penelitian ini pada parameter feed rate 24 mm/mnt, spindle speed 1842 rpm dan depth of cut 0,2 mm.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/580/051607939
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144809
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item