BKG

Siregar, JosephM (2016) Pengaruh Perbandingan Diameter terhadap Karakteristik Pembakaran pada Backward facing step Meso-scale combustor. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Meso-scale combustor merupakan komponen penting dari micro power generator yang berfungsi mengubah energi kimia bahan bakar menjadi energi termal. Sebelumnya telah dilakukan penelitian mengenai meso-scale combustor dengan backward facing step. Didapatkan bahwa pembakaran stabil dapat terjadi dalam sebuah combustor dengan backward facing step yang berfungsi untuk meningkatkan proses pencampuran udara dan bahan bakar, dan memperpanjang waktu tinggal reaktan dalam daerah reaksi pembakaran. Dalam penelitian tersebut diameter inlet (D1) combustor dijaga konstan, sedangkan diameter outlet (D2) divariasikan untuk mengubah rasio diameter D1/D2. Dalam penelitian ini penulis memvariasikan diameter inlet (D1) dan menjaga konstan diameter outlet (D2) untuk mengubah rasio diameter. Variabel bebas dalam penelitian meliputi perbandingan diameter combustor, debit bahan bakar (Qf), dan debit udara (Qa). Diameter combustor divariasikan sebesar D1/D2 = 2,4/4,7, D1/D2 = 3.2/4.7 dan D1/D2 = 4,7/4,7. Kemudian variabel terikatnya adalah flame stability limit, visualisasi bentuk nyala api dan temperatur nyala api. Variabel yang terakhir adalah variabel terkontrol yaitu diameter outlet (D2). Bahan bakar yang digunakan dalam penelitian ini adalah butana dengan oksidator udara lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meso-scale combustor dengan perbandingan diameter backward facing step 0,7 lebih menyala stabil daripada 0,5. Hal ini disebabkan kecepatan reaktan combustor 0,5 pada sisi inlet lebih tinggi daripada combustor 0,7. Sehingga kecepatan reaktan ketika memasuki sisi outlet masih tinggi. Sementara api akan menyala stabil ketika kecepatan reaktan sama dengan kecepatan pembakaran. Hal ini lah yang menyebabkan combustor dengan perbandingan diameter 0,5 sulit untuk menyala stabil di dalam combustor. Akibatnya daerah stabilitas nyala api yang dihasilkan lebih sempit. Sedangkan pada meso-scale combustor tanpa backward facing step tidak memiliki daerah stabilitas nyala api di dalam combustor, tetapi api hanya stabil di mulut combustor. Temperatur nyala api akan semakin meningkat jika kecepatan reaktan semakin besar dalam keadaan rasio ekuivalen konstan. Namun temperatur nyala api akan menurun jika rasio ekuivalen meningkat dalam keadaan kecepatan reaktan konstan.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/495/051606206
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144711
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item