BKG

Arifin, RBMohMiftahol (2016) Upaya Peningkatan Rendemen Ekstraksi Minyak Daun Cengkeh (Syzygium Aromaticum) Menggunakan Metode Fermentatif dengan Aspergillus niger. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Minyak atsiri merpuakan produk unggulan indonesia yang banyak digunakan dalam berbagai bidang. Salah satunya yaitu minyak daun cengkeh sebagai flavour and fragrance ingredients, industri kosmetik, dan lainnya. Namun rendemen minyak atsiri yang didapat dari daun cengkeh melalui distilasi uap hanya sekitar 1,68%. Langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan rendemennya yaitu dengan perlakuan awal pada bahan daun cengkeh dengan fermentasi selulotik. Fermentasi selulotik menggunakan kapang penghasil enzim selulase untuk mendegradasi selulosa yang menjebak minyak atsiri dalam daun cengkeh. Sehingga ketika dilakukan distilasi uap, minyak daun cengkeh akan lebih mudah menguap dan rendemen minyak meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi dan kondisi moisture fermentor yang optimal menggunakan kapang Aspergillus niger yang mampu menghasilkan enzim selulase. Penelitian ini menggunakan substrat daun cengkeh kering berumur 2 bulan sejak panen yang difermentasi selama 0 hari (tanpa fermentasi), 2 hari, 4 hari, dan 8 hari dengan kapang Aspergillus niger dalam kondisi fermentor moisture terkontrol dan moisture tidak terkontrol. Tahapan penelitian ini yaitu pembersihan daun cengkeh dari kontaminan, pembuatan bahan stater untuk pertumbuhan media Aspergillus niger, pembuatan kurva pertumbuhan untuk mengetahui waktu yang tepat dilakukan inokulasi Aspergillus niger pada daun cengkeh, fermentasi daun cengkeh yang dijaga pada suhu 25-30ºC dan pH 7, distilasi daun cengkeh selama 6 jam pada suhu air mendidih pada tekanan barometrik dan pemurnian minyak daun cengkeh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa degradasi selulosa optimal terjadi pada fermentasi selama 8 hari. Namun rendemen minyak daun cengkeh dan kandungan senyawa aktif pada minyak daun cengkeh, yaitu eugenol, semakin menurun seiring bertambahnya waktu fermentasi. Rendemen dan kandungan senyawa aktif terbaik didapat dari minyak daun cengkeh tanpa fermentasi yaitu 1,96% dan 79,40%. Fermentasi tanpa kontrol moisture menghasilkan rendemen minyak yang lebih tinggi daripada fermentasi dengan kontrol moisture. Maka dari itu, dari hasil ini perlu didesain kembali fermentor selulotik daun cengkeh yang tidak menurunkan rendemen minyak daun cengkeh serta eugenol. Selain itu perlu dikaji kembali penggunaan enzim selulase secara langsung atau imobilisasi sel Aspergillus niger pada fermentasi selulotik untuk menjaga dari sifat antifungal eugenol.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/475/ 051606186
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering and related technologies
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144683
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item