BKG

Wicaksono, SatrioPungCahyo (2016) Pengaruh Scanning Feed Pada Metode Reverse Engineering Terhadap Perbandingan Dimensi Camshaft Hasil Proses Manufaktur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Proses manufaktur sekarang ini telah berkembang begitu pesat. Perkembangan pesat ini bisa terjadi karena adanya teknologi komputasi modern yang membuat dampak signifikan pada proses rekayasa desain dan manufaktur. Salah satu metode yang terkenal adalah menggunakan reverse engineering yang mana reverse engineering adalah proses penemuan prinsip-prinsip teknologi dari suatu perangkat, objek, atau sistem melalui analisis strukturnya, fungsinya, dan cara kerjanya. Didalam reverse engineering aspek yang paling penting adalah proses scanning. Scanning adalah sebuah teknologi untuk menganalisis suatu objek dengan mengumpulkan data-data dari permukaan dan bentuk objek yang dikenai sinar laser secara kontak atau non-kontak dengan objek untuk membentuk model digital 3 dimensi. Didalam proses scanning ada penentuan parameter tertentu seperti scanning feed dan step over. Scanning feed adalah kecepatan laser scan untuk memindai area pada proses scanning dengan satuan mm/menit sedangkan besarnya jarak kerapatan yang dilakukan scanner untuk membagi luasan dari objek scanning disebut step over scanning. Pada proses scanning diperoleh kordinat untuk dijadikan data 3D dengan cara mengumpulkan informasi tentang jarak dan tekstur dari permukaan yang dipindai. Hasil 3D scanning akan diolah menjadi CAD dan dilakukan permesinan menggunakan CNC Milling. Pada tahap ini data CAD harus diubah menjadi CAM agar bisa di eksekusi oleh mesin CNC Milling. CAM sendiri adalah penggunaan perangkat lunak untuk mengontrol peralatan mesin dan terkait dalam pembuatan benda kerja. Material yang dipakai adalah cast nylon yang merupakan material non logam. Nylon padat menghasilkan banyak aplikasi untuk menggantikan bagian komponen logam, kelebihannya tahan korosi, ringan dan lebih murah dari pada aluminium perkakas. Kelebihan lainnya adalah electrical isolasi, tahan korosi dan memiliki ketangguhan yang tinggi membuat nilon menjadi pilihan yang baik. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh scanning feed terhadap hasil manufaktur produk, yang mana produk yang kita pakai dalah camshaft. Parameter scanning feed atau variable bebas yang di pakai sebesar 500 mm/min, 1000 mm/min dan 2000 mm/min ulir. Sedangkan variabel terikatnya adalah dimensi camshaft hasil reverse engineering. Dari hasil proses camshaft RE (Reverse Engineering) akan dibandingkan dimensinya dengan camshaft model. Hasil penelitian ini menunjukkan semakin besar scanning feed yang digunakan maka mempengaruhi dimensi camshaft hasil dari RE. Persentase penyimpangan dimensi camshaft yang diukur menggunakan profile projector antara 0.686 % sampai 21.125 % yang mana bagian sampel yang diukur merupakan bagian yang penting dari camshaft. Hasil dari proses RE camshaft agar didapatkan penyimpangan kecil terhadap camshaft model maka harus mempekecil scanning feed.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/440/051606151
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144644
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item