BKG

Diaka, CahyaRusda (2016) Pengaruh Penambahan Induksi Magnet terhadap Laju Perambatan Retak pada Hasil Lasan Hot Rolled Quench-Tempered Steel. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Hot Rolled Quench-Tempered Steel (QTS) Baja ini merupakan salah satu jenis baja karbon rendah yang tahan aus dan memiliki sifat kekerasan yang tinggi serta tahan terhadap abrasi. QTS ini memiliki kekerasan yang tinggi dibandingkan baja karbon rendah biasa, namun QTS memiliki kekurangan terkait dengan sifat mampu lasnya (weldability). Hasil konstruksi las dari baja QTS dalam beberapa waktu mengalami retak. Permasalahan ini dapat diatasi dengan meningkatkan laju konveksi logam cair pada kolam las (weld pool) selama pengelasan dengan memperbesar gaya elektromagnetik. Dengan menambahkan induksi magnet eksternal selama proses pengelasan akan memperbesar gaya elektromagnetik yang berpengaruh terhadap laju konveksi pada weld pool. Sehingga diharapkan prosentase cacat las akan menurun dan laju perambatan retak fatigue hasil lasan QTS juga rendah. Dalam penelitian ini dilakukan proses pengelasan pada pelat QTS dengan tebal 5 mm menggunakan las GMAW. Arus pengelasan yang digunakan adalah 140 A dengan kecepatan pengelasan 15 cm/menit. Kawat elektroda yang digunakan adalah tipe AWS ER 70-S6 dengan diameter 1 mm. Gas pelindung yang digunakan adalah CO2. Solenoida yang digunakan memiliki dimensi 100 x 100 x 10 mm dan jumlah lilitan 150 dengan diameter kawat 0,7 mm. Induksi magnet eksternal yang diberikan selama pengelasaan dibangkitkan dengan variasi arus yang dialirkan ke solenoida sebesar 0, 3, 6, 9 dan 15 A. Variasi arus tersebut menghasilkan induksi magnet sebesar 0 mT; 0,9 mT; 1,7 mT; 2,3 mT dan 3,1 mT. Solenoida diposisikan sejajar di belakang masing-masing spesimen yang akan dilas. Pengujian laju perambatan retak dilakukan dengan menggunakan alat servo hydraulic fatigue test dan laju perambatan retak yang terjadi selama pengujian dapat diamati dengan bantuan alat digital microscope. Dari hasil pengujian perambatan retak fatigue, secara berurutan dengan penambahan induksi magnet eksternal sebesar 0 mT; 0,9 mT; 1,7 mT; 2,3 mT dan 3,1 mT mengalami patahan pada jumlah siklus 65246, 72751, 112833, 205988 dan 131875 siklus. Penambahan induksi magnet eksternal selama pengelasan menyebabkan jumlah siklus patah mengalami kenaikan dibandingkan spesimen tanpa perlakuan (0 mT). Namun pada spesimen 3,1 mT jumlah siklus patahnya mengalami penurunan lagi. Hal ini disebabkan karena inklusi atau pengotor (berupa akibat reaksi kimia selama pengelasan) yang telah keluar dari laju konveksi akan tertarik kembali ke dalam weld pool dan inklusi tersebut memungkin untuk terjebak di dalam weld pool sampai tersolidifikasi. Pada spesimen 0 mT; 0,9 mT dan 3,1 mT laju perambatan retak fatigue-nya meningkat secara konstan namun hanya bertahan pada panjang retak kurang dari 5 mm dan selebihnya laju perambatan retak fatigue-nya meningkat secara drastis. Sedangkan pada spesimen 1,7 mT dan 2,3 mT laju perambatan retak fatigue-nya dari awal muncul retak sampai dengan spesimen mengalami patah pertambahan panjangnya cenderung konstan dan panjang retak mencapai 9 mm dan 10 mm. Prosentase cacat las yang terjadi menurun sejalan dengan penambahan induksi magnet eksternal selama pengelasan. Dengan prosentase cacat las tertinggi terjadi pada spesimen tanpa perlakuan (0 mT) sebesar 3,311 %, dan prosentase cacat las terendah terjadi pada spesimen 2,3 mT yaitu sebesar 1,2 %.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/393/051605509
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144590
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item