BKG

Firmansyah, Yogi (2016) Pengaruh Tebal Dinding dan Geometri Retak terhadap Distribusi Stress Intensity Factor pada Spherical Pressure Vessel,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Merancang suatu shell dari pressure vessel untuk menghindari terjadinya fracture adalah sangat penting. Sektor perindustrian adalah pengguna pressure vessel terbesar dibandingkan sektor yang lain, oleh karena itu diperlukan ketelitian dalam tahap desain. Banyak faktor yang bisa menyebabkan kegagalan pada pressure vessel, kebanyakan cacat yang ditemui pada komponen struktur adalah retak pada permukaan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis stress intensity factor yang merupakan salah parameter penting dalam analisis retak dengan diasumsikan bahwa pada dinding pressure vessel terdapat cacat berupa surface crack. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tebal dinding dan geometri retak terhadap distribusi stress intensity factor sepanjang garis retak pada dinding spherical pressure vessel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental semu dengan simulasi menggunakan software ANSYS Workbench 14.5 Static Structural yang berbasis metode elemen hingga. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perbandingan tebal dinding (t) dan radius dinding dalam (Ri) sebesar 0.01, 0.01667 dan 0.05 serta perbandingan kedalaman retak (a) dan panjang retak (c) sebesar 0.125, 0.25 dan 0.5. Kedalaman retak dibuat sama untuk semua pemodelan yaitu 0.4 kali dari tebal dinding dengan internal pressure berbeda tiap ketebalan sehingga menghasilkan uniform stress sebesar 300 MPa untuk semua ketebalan. Material yang digunakan yaitu baja A517 Grade F dan pemodelan material yang dipakai adalah bilinear isotropic hardening dengan memasukkan material propeties berupa modulus young, poisson’s ratio, yield stress, dan tangent modulus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar perbandingan tebal dinding dan radius dinding dalam dengan perbandingan kedalaman retak dan panjang retak yang sama maka distribusi stress intensity factor akan semakin besar pula. Semakin besar perbandingan kedalaman retak dan panjang retak dengan perbandingan tebal dinding dan radius dinding dalam yang sama maka distribusi stress intensity factor akan semakin besar pula. Nilai stress intensity factor maksimal untuk masing-masing pemodelan berada pada titik terdalam retak atau pada sudut 90. Terdapat pengecualian untuk variasi perbandingan tebal dinding dan radius dinding dalam 0.05 dengan perbandingan kedalaman retak dan panjang retak 0.125 dimana stress intensity factor maksimal berada pada sudut -26° sekaligus merupakan nilai stress intensity factor maksimal dari semua pemodelan yaitu sebesar 129.7 MPa√m.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/330/051604699
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144521
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item