BKG

Asti, Riistika (2016) Pengaruh pH dan Dosis Koagulan Ekstrak Biji Kelor dalam Koagulasi terhadap Pengurangan Kekeruhan Limbah Cair,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Dalam industri, air berperan sebagai air proses, air baku, air utilitas dan beberapa peran penting lainnya. Air yang keluar dari pabrik dan tidak digunakan kembali disebut sebagai air limbah. Sebelum limbah tersebut dibuang ke lingkungan, beberapa kriteria harus dipenuhi, salah satunya adalah kekeruhan air yang dinyatakan dalam NTU (Nephelometry Turbidity Unit). Kekeruhan disebabkan oleh partikel tersuspensi dan koloid yang menghalangi masuknya sinar matahari di suatu perairan dan membuat air menjadi keruh. Disamping itu juga dapat menyebabkan isu kesehatan di masyarakat, membuat kenampakan air menjadi tidak baik, dan sulit untuk digunakan. Air dengan karakteristik tersebut perlu diproses terlebih dahulu untuk memenuhi baku mutu air limbah. Proses pengurangan kekeruhan yang paling sederhana adalah menggunakan metode koagulasiflokulasi dengan penambahan koagulan ke dalam air limbah yang diikuti pemisahan flok. Beberapa koagulan memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia. Sehingga penelitian terdahulu mengkaji koagulan hayati sebagai alternatif koagulan. Salah satu koagulan yang telah banyak diteliti adalah biji kelor. Pada penelitian ini dilakukan pengurangan kekeruhan limbah cair sintetik kaolin menggunakan metode koagulasi-flokulasi dan diikuti dengan sedimentasi. Koagulan diekstrak dari biji kelor menggunakan larutan garam NaCl 1 M. Variabel penelitian yang digunakan adalah pH limbah (3, 6, 10, 12) dan dosis koagulan (0, 1, 2, 3, 4, 5 mL/L). Proses koagulasi-flokulasi dilakukan melalui alat Jar Test dengan pengadukan cepat 150 rpm selama 2 menit dan diikuti dengan pengadukan lambat 30 rpm selama 30 menit. Limbah cair sintetik kaolin hasil koagulasi-flokulasi kemudian disedimentasi selama 30 menit. Air hasil sedimentasi selanjutkan dianalisa nilai kekeruhannya menggunakan Turbidimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis koagulan dan pH mempengaruhi efektifitas koagulasi dalam penurunan kekeruhan. Dosis optimum koagulan ekstrak biji kelor pada koagulasi limbah cair sintetik kaolin pH 3, 6, 10, dan 12 secara berturut-turut adalah 2 ml/L, 3ml/L, 2 ml/L, dan 4 ml/L.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/286/051604301
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering and related technologies
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144467
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item