BKG

Irianto, ShabazzAdhaShabazzAdha (2016) Pengaruh Tingkat Recycling Aluminium Struktur terhadap Karakteristik Tarik dan Kesetimbangan Massa pada Electrical Furnace. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Dalam industri manufaktur tentu membutuhkan suatu bahan baku mentah untuk diproses menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi. Ada dua metode untuk menghasilkan suatu bahan baku, diantaranya metode primer dan sekunder. Metode primer yaitu mengekstraksi bijih logam menjadi logam murni, contohnya ekstraksi bijih bauksit menjadi aluminium murni. Metode sekunder yaitu proses melebur kembali produk-produk bekas yang tidak terpakai atau tidak dibutuhkan yang disebut juga recycling. Recycling merupakan proses dimana bahan baku yang terbuat dari bahan-bahan bekas dilebur kembali menjadi ingot untuk proses produksi selanjutnya. Dalam penelitian ini digunakan electrical furnace untuk proses recycling karena tungku listrik jenis induksi Keuntungan dari dapur listrik ini yaitu bersih, efisiensi energi tinggi, dan proses peleburan yang terkontrol. Selain itu, karena tidak adanya busur (arc) atau proses pembakaran, temperatur dari material tidak lebih tinggi dari yang dibutuhkan untuk peleburan yang dapat mencegah adanya hilangnya atau kerugian dari nilai elemen paduan (alloy). Aluminium merupakan salah satu bahan baku yang paling sering digunakan pada bidang manufaktur karena memiliki keunggulan seperti high strength to weight ratio, dengan rasio berat yang relatif kecil namun memiliki kekuatan yang besar, tahan terhadap korosi, mudah dibentuk dan memiliki mampu mesin yang baik, sebagai konduktor panas yang baik, dan kemampuan aluminium untuk didaur ulang. Sedangkan bahan yang saya gunakan pada penelitian ini Aluminium struktur adalah aluminium yang digunakan pada suatu struktural bangunan maupun otomotif. Pada umumnya, fungsi aluminium struktur adalah dapat menompang suatu beban tarik maupun fatik yang selalu berhubungan dengan berapa lama durabilitas atau ketahanan material tersebut sebelum terjadinya failure atau kegagalan. Sedangkan sitem paduan Aluminium Struktur yang digunakan adalah Al-Mg. Didapatkan karakteristik kekuatan tarik yang cenderung menurun pada tiap tingkatan recycling. Terdapat penyimpangan pada saat tingkat recycling II yang mendapatkan nilai terendah (kecuali regangan) karena diakibatkan banyaknya inklusi yang terdapat pada penampang patahan setelah diuji pada foto perbesaran makro. Pengaruh penurunan ukuran butir tidak berpengaruh karena berlawanan secara teoritis dengan hasil kekuatan tariknya. Sedangkan nilai efisiensi yield casting masing-masing tiap tingkatan recycling adalah 66,88%, 62,56%, 66,08%,dan 52,65%.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/19/051601725
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144356
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item