BKG

KautsarHarish, Muhammad (2016) Pengaruh Putaran Spindle Terhadap Kekuatan Tarik Aluminium Dan Tembaga Murni Friction Stir Welding Butt Joint. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Friction Stir Welding pertama kali dikenalkan oleh The Welding Institute (TWI) pada tahun 1991 di Inggris. Friction Stir Welding merupakan salah satu dari beberapa welding method yang menggunakan fase solid-state atau dapat juga dibilang sebagai fase intermetallic dari material yang tidak pada lazimnya dipakai dalam menyambungkan logam. Friction stir welding (FSW) mulai banyak dikembangkan karena merupakan metode yang dapat menyambungkan dua buah material yang berbeda jenis. Untuk saat ini metode FSW terus dikembangkan agar nantinya didapatkan hasil pengelasan yang optimal, maka dari itu penelitian ini dibuat dan dikhususkan untuk mencari parameter pengelasan yang sesuai untuk menyambungkan material yang berbeda. FSW mempunyai beberapa parameter yang dapat mempengaruhi hasil pengelasan antara lain : putaran spindle, kecepatan pengelasan, dimensi dan bentuk tool, gaya normal, kemiringan tool, kedalaman shoulder. Penelitian ini menggunakan sambungan butt joint dengan material aluminium dan tembaga murni dengan parameter permesinan yakni kecepatan spindle 1096 rpm; 1452 rpm; 1842 rpm; dan 2257 rpm; 2906 rpm. Dengan kecepatan pengelasan 74 mm/min, ke tool kerucut,dimensi spesimen 80x125x3 mm. Dari hasil pengujian tarik, didapatkan bahwa kecepatan putaran tool mempengaruhi hasil kekuatan tarik. Pada putaran 1096 rpm sampai dengan 1452 rpm mengalami kenaikan, pada putaran 1096 rpm memiliki kekuatan tarik rata – rata sebesar 43.55 Mpa dan pada putaran 1452 rpm kekuatan tarik rata – rata sebesar 61.72 MPa. Juga pada hasil didapatkan nilai kekuatan tarik pada putaran 1842 rpm sebesar 44.80 MPa, serta semakin turun pada putaran 2257 rpm dan 2906 rpm masing – masing nilai kekuatan tarik rata – ratanya sebesar 39.47 MPa dan 30.39 MPa. Sedangkan pada foto mikro juga menjelaskan bahwa pada rpm 1452 rpm terlihat perubahan dimensi yang dimana menandakan terjadi kemuluran pada daerah sambungan las, serta pada putaran 2257 rpm dan 2906 rpm terjadi void didalam sambungan las dimana hal ini dapat menyebabkan initial crack yang mengakibatkan menurunnya nilai kekuatan tarik.

English Abstract

Friction Stir Welding first introduced by The Welding Institute (TWI) in 1991 in the UK. Friction Stir Welding is one of the few welding method that use solid-state phase or it can also be considered as an intermetallic phase of a material that is not in the usual used in joining metal. Friction stir welding (FSW) began much developed as a method to joint two or more different material types. For now FSW methods continue to be developed in order to eventually obtain optimum welding results, therefore this research was made and devoted to the search for the appropriate welding parameters to connect different materials. Friction Stir Welding has several parameters that can affected the results of the joining, among others: spindle rotation, welding speed, dimensions and shape of the tool, the normal force, the slope of the tool, the depth of the shoulder. This study using a butt joint of pure aluminum and pure copper material with the welding parameters tool rotational speed 1096 rpm; 1452 rpm; 1842 rpm; and 2257 rpm; 2906 rpm. The welding speed at 74 mm / min, the slope at , the tool shape is cone, the specimen dimensions 80x125x3 mm. From the tensile test results, it was found that the spindle rotation speed or tool rotational speed affect the results of tensile strength. In round 1096 rpm to 1452 rpm tensile strength was increased, on 1096 rpm rotation has the tensile strength with the average at 43.55 MPa and on 1452 rpm rotation tensile strength with the average at 61.72 MPa. And also the results of tensile strength values at 1842 rpm rotation obtained 44.80 MPa, and getting down at tool rotational speed 2257 rpm and 2906 rpm respectively each average value of tensile strength at 39.47 MPa and 30.39 MPa. While the macrophotograph also explained that at rpm 1452 rpm noticeable that dimensions was change where it can showed that elongation occurred in the area of welded joints, as well as on rotation 2257 rpm and 2906 rpm void was happened in the welded joints where it can caused initial crack resulting decreased the value of tensile strength.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/1017/051612623
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144181
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item