BKG

Ariputra, MuhammadOkkyArdiansyah (2015) Pengaruh Fraksi Volume Serat Alam – Woven E-glass Terhadap Kekuatan Tarik Biokomposit Hibrid Matriks Polyester. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Komposit merupakan salah satu material yang banyak digunakan dalam dunia industri saat ini. Komposit digunakan karena memiliki keunggulan sifat mekanik dibandingkan dengan material lain, salah satunya adalah tailorability yang baik. Tailorability merupakan sifat mampu bentuk sesuai desain untuk mendapatkan kemampuan mekanik yang diinginkan. Komposit dapat terus dikembangkan melalui modifikasi matriks maupun penguat / reinforcement. Serat sisal dan serat kenaf merupakan jenis penguat serat alam yang berpotensi menggantikan peran serat sintetis yang jamak digunakan dalam industri komposit. Tentunya kekuatan serta sifat serat alam berbeda dengan kebanyakan serat sintetis, untuk meningkatkan sifat mekanik dari komposit serat alam diperlukan metode yang tepat. Salah satunya adalah dengan menggunakan kombinasi serat sintetis dengan serat alam di dalam satu matriks komposit yang biasa disebut hybrid biocomposite atau biokomposit hibrid. Dalam penelitian ini, penguat spesimen komposit menggunakan serat sintetis fiberglass tipe woven e-glass dengan fraksi volume tetap sebesar 1.42% dan dengan penambahan gabungan serat alam kenaf - sisal dengan variasi fraksi volume serat sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Pengujian kekuatan tarik tarik menggunakan standar ASTM D 638 tipe I dengan foto makro dan foto SEM (scanning electron microscopy) untuk mengetahui karakteristik patahan komposit. Pembuatan spesimen standar ASTM D 638 menggunakan metode hand lay-up. Dari hasil pengujian diketahui bahwa dengan penambahan fraksi volume serat alam dapat meningkatkan kekuatan tarik dan regangan dari komposit hybrid. Nilai kekuatan tarik dan regangan tertinggi rata-rata diperoleh pada fraksi volume serat alam 20% sebesar 56,72 MPa dan 3,81%. Sedangkan nilai kekuatan tarik dan regangan terendah pada fraksi volume 0% sebesar 23,16 MPa dan regangan sebesar 1,5 %. Hasil foto makro maupun SEM menunjukkan jenis patahan pullout didominasi oleh spesimen dengan fraksi volume serat alam 5% , serat yang muncul pada patahan pullout semakin pendek seiring dengan penambahan fraksi volume serat alam dan jenis patahan kombinasi antara pullout dengan debonding terjadi pada komposit dengan fraksi volume serat alam 10%, 15%, dan 20%.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2015/931/051600723
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144105
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item