BKG

Febrianto, WigungTri (2015) Karakteristik Pembakaran Heksana Pada Mesoscale Combustor Dengan Perheated Multiple Tangential Fuel Inlet. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kebutuhan teknologi di dunia pada beberapa tahun ini mengalami perkembangan yang sangat pesat yang bertujuan guna meningkatkan taraf hidup dan mempermudah segala bentuk pekerjaan. Sumber energi berskala mikro atau micropower generator kini menjadi perhatian khusus yang dikembangkan untuk menggantikan baterai yang memiliki beberapa kekurangan yang diantaranya adalah memiliki densitas energi yang relatif rendah dan berbahaya apabila limbahnya dibuang ke lingkungan. Mesoscale combustor merupakan bagian dari micropower generator yang berfungsi untuk merubah energi kimia bahan bakar menjadi energi termal. Agar pembakaran dalam mesoscale combustor dapat terjadi dengan stabil, diperlukan combustor bahan bakar dengan sistem suplai bahan bakar yang baik Dalam penelitian ini diamati karakteristik pembakaran pada mesoscale combustor dengan menggunakan saluran annular dan preheated multiple tangential fuel inlet yang terdapat pada combustor. Bahan bakar dan oksidator yang digunakan adalah heksana dan udara bebas. Material combustor terbuat dari tembaga-quartz glass tube dengan diameter dalam 3.5 mm dan panjang 13 mm. Terdapat dua buah mesh di dalamnya yang befungsi untuk memaksimalkan percampuran reaktan dan sebagai flame holder. Debit bahan bakar dan debit udara divariasikan untuk mendapatkan daerah flammability limit dimana api dapat menyala dengan stabil di dalam combustor. Selanjutnya dilakukan pengambilan data visualisasi dan temperatur nyala api dengan memvariasikan debit bahan bakar dan debit udara dimana masih berada dalam zona flammability limit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan saluran annular dan tangential fuel inlet dapat memaksimalkan percampuran bahan bakar dan udara di dalam combustor. Bila dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Artin pada tahun 2014, grafik flammability limit sudah lebih bergeser ke daerah miskin bahan bakar. Visualisasi bentuk nyala api menunjukkan bahwa api semakin terang dan menyempit bila nilai rasio ekuivalen meningkat, sedangkan api semakin melebar dan terang bila nilai kecepatan reaktan meningkat. Secara umum bentuk visualisasi nyala api sudah lebih merata bila dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. Temperatur nyala api tertinggi terdapat pada nilai rasio ekuivalen 1.1. Semakin tinggi kecepatan reaktan maka temperatur nyala api juga akan semakin meningkat.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2015/506/051506006
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/143613
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item