BKG

Sanjaya, YanGrandis (2015) Perencanaan Sistem Reliability Centered Maintenance (RCM) pada Equipment Feeder Breaker 2 untuk Meningkatkan Keandalan Mesin Di Kaltim Prima Coal. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Di kala aktivitas produksi di dunia industri meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia maka akan membuat perusahaan penyedia sumber energi listrik meningkatkan kapasitas produksinya juga. Dan hal ini memaksa produsen penghasil bahan bakar untuk meningkatkan kapasitas produksinya juga, di mana salah satunya adalah industri penghasil (tambang) batu bara. Dalam hal menjaga kapasitas produksinya tetap stabil maupun meningkatkannya, diperlukan stratregi untuk menjaga kualitas mesin produksi yang dimilikinya. PT. KPC (Kaltim Prima Coal) yang terletak di Sangatta, Kalimantan Timur, salah satu perusahaan penghasil batu bara terbesar di Indonesia, terdapat proses penyaluran material batu baru yang diangkut oleh haul truck menuju alat penghancur. Feeder breaker merupakan seizing equipment yang prosesnya meliputi dari pengumpanan batu baru dari dumb truck menuju alat penghancur yang berfungsi untuk mengubah batu bara dari ukuran besar menjadi ukuran yangh diinginkan. Di dalam Feeder Breaker terdapat beberapa komponen semacam shaft, sprocket, chain, shear pin, motor listrik, pick (teeth) breaker. Dalam praktiknya, akibat tingginya aktifitas penambangan cenderung dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan pada komponen-komponen tersebut yang dapat mengganggu jalannya proses produksi. Pemilihan metode RCM (Relibility Centered Maintenance) pada equipment feeder breaker pada PT. KPC (Kaltim Prima Coal) terkait fungsinya sebagai alat pengumpan dan penghancur batu bara, untuk menjaga alat tersebut tetap berfungsi sampai batas waktu maksimal operasinya. Menemukan komponen kritis, menentukan jenis tindakan pemeliharaan hingga menentukan jadwal perawatan merupakan tujuan dari penggunaan metode ini. Penelitian ini memadukan metode berupa RCM dan FMEA untuk menilai resiko kegagalan fungsi pada Feeder breaker. Berdasarkan analisis nilai Risk Priority Number (RPN), diperoleh 5 komponen kritis tertinggi, berikut nilai RPN dari tertinggi sampai terendah head shaft feeder (294), chain feeder (252), chain drive breaker (210), shear pin (140), dan bearing breaker (112). Kemudian di analisis dengan FMEA, kegagalan yang terjadi pada masing-masing komponen tersebut adalah head shaft feeder patah, jarak pemanjangan (elongation) antar chain feeder melebihi 3% maka akan menyebabkan aus dan kemudian menimbulkan patah, chain drive breaker patah, shear pin putus, dan bearing breaker mencekam diakibatkan kurangnya grease dan kemudian patah. Dari perhitungan reliability didapat nilai keandalan masing-masing komponen saat ini adalah head shaft 10,2%, Chain Feeder 22,10%, Chain drive Breaker 38,35%, Shear Pin 41,03%, dan Bearing Breaker 19,32%. Setelah dilakukan peningkatan nilai reliability sebesar 90% maka dibutuhkan interval waktu pemeliharaan untuk setiap setiap komponen adalah sebagai berikut adalah head shaft feeder (192 jam), chain feeder (192 jam), chain breaker (288 jam), shear pin (136 jam), dan bearing breaker (480 jam). Ditinjau dari RCM decision worksheet, pemeliharaan yang tepat / proposed task untuk setiap komponen menggunakan scheduled on-condition tasks semua, karena kegagalan setiap komponen mempengaruhi delay produksi.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2015/491/051505991
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/143597
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item