BKG

Candra, AgengDwiNovia (2015) Pengaruh Variasi Jarak Antar Spesimen dan Feed Rate dengan Arah Pengelasan 450 pada Proses Friction Stir Welding Butt Joint terhadap Kekuatan Tarik Aluminium Murni,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Friction stir welding butt joint adalah suatu teknik pengelasan solid-state yang pada umumnya digunakan untuk pengelasan logam tanpa menggunakan bahan tambahan dengan sambungan las butt joint. Sebuah pengelasan sederhana yang menggunakan tool yang berputar dengan pin yang dirancang khusus dan kemudian dimasukkan ketepi dua benda kerja yang diputar dengan rpm tertentu. Sumber panas berasal dari gesekan yang timbul antara tool yang berputar dengan permukaan benda kerja. Ada beberapa parameter pada proses penyambungan dengan metode FSW yaitu: kecepatan putar (rotational speed), kecepatan tempuh (travel speed), bentuk shoulder, pin, gaya normal (normal force), kemiringan tool, kedalaman shoulder (shoulder plunge). Pada saat pengelasan, benda yang akan dilas mempunyai kekasaran yang berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan penyambungan kedua benda kerja masih mempunyai rongga kosong. Adanya celah kosong diantar kedua benda, dapat dilakukan pengelasan FSW. Karena FSW dapat mengisi rongga tersebut tanpa menambahi bahan tambahan, FSW mengisinya dengan cara mengaduk material hingga menjadi satu. Celah kosong tersebut dapat mempengaruhi terhadap kekuatan tarik. Penelitian ini dilakukan dengan proses FSW butt joint dan dikerjakan dengan menggunakan mesin milling universal. Parameter yang digunakan yaitu variasi jarak antar spesimen (0 mm; 0,3 mm; dan 0,6 mm) dan variasi feed rate (42 mm/menit; 55 mm/menit; dan 74 mm/menit) yang dikontrol dengan kecepatan putar 2257 rpm dan arah pengelasan 450. Bahan yang digunakan adalah pelat aluminium murni dengan tebal 3 mm dan menggunakan tool baja HSS dengan diameter shoulder 10 mm dan diameter pin 5 mm. Kemudian benda kerja di uji tarik agar dapat mengetahui kekuatan lasnya. Hasil penelitian ini diperoleh kekuatan tarik tertinggi ditunjukkan pada variasi jarak antar spesimen 0 mm, dengan feed rate 55 mm/menit, yaitu sebesar 90,06 MPa, sedangkan kekuatan tarik terendah ditunjukkan pada variasi jarak antar spesimen 0,6 mm, dengan feed rate 42 mm/menit, yaitu sebesar 38,3 MPa. Semakin besar feed rate maka waktu yang dibutuhkan saat pengelasan semakin sedikit sehingga heat input yang dihasilkan kecil dan akan mempengaruhi kekuatan tariknya. Semakin besar jarak antar spesimen maka gesekan antara tool dengan benda kerja semakin kecil sehingga heat input yang dihasilkan semakin sedikit dan kekuatan tariknya akan menurun.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2015/464/051505964
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/143566
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item