BKG

Khofsoh, Afida (2015) Studi Pengaruh Penambahan Hidrogen Peroksida dalam Larutan Asam Nitrat Pada Desulfurisasi Batubara. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Batubara merupakan bahan bakar fosil yang dapat dijadikan sebagai sumber bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak bumi dan gas alam. Energi yang dihasilkan dari batubara didapatkan melalui pembakaran secara langsung yang menghasilkan nilai kalor yang tinggi. Namun, terdapat banyak dampak yang timbul akibat pembakaran ini yaitu banyaknya kandungan SOx dan zat emisi lain yang dapat mengganggu lingkungan. Penyebab utamanya adalah kandungan sulfur yang terdapat pada batubara. Selain itu, kandungan sulfur dalam batubara dapat menyebabkan nilai kalor dari batubara menurun. Desulfurisasi menggunakan metode leaching dengan HNO3 pada kondisi suhu kamar mempunyai angka pengurangan sulfur sebesar 23%. Persentase tersebut masih perlu ditingkatkan. Dari sisi lain, hidrogen peroksida (H2O2) merupakan asam yang memiliki kemampuan untuk mengurangi sulfur di dalam batubara. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan H2O2 ke dalam larutan HNO3 pada proses desulfurisasi batubara. Sebelum dilakukan proses leaching, batubara diberikan perlakuan awal terlebih dahulu dengan pemanasan untuk menghilangkan kadar air. Batubara di-leaching menggunakan larutan asam nitrat dengan konsentrasi 0,1; 0,08; 0,06; 0,04; 0,02 M. Selain itu juga dilakukan penambahan H2O2 kedalam larutan HNO3 dengan konsentrasi 0,01 dan 0,02 M yang dilakukan pada kondisi tetap yaitu berkerja pada temperatur ruang, P=1 atm, ukuran batubara ≤100 mesh, dan kecepatan pengadukan 100 rpm selama 30 menit. Kandungan sulfur sisa dianalisa menggunakan metode eschka (ASTM D3177) dimana penentuan kadar sulfur ditentukan oleh massa BaSO4 yang terbentuk. Pada penelitian ini, pengurangan kadar sulfur dalam batubara melalui proses leaching menggunakan asam nitrat menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi asam nitrat, maka semakin besar pula persentase reduksi sulfur. Hal ini ditunjukkan pada kenaikan rata-rata persentase pengurangan sulfur sebesar 9,65%. Adapun untuk konsentrasi HNO3 0,02; 0,04; 0,06; 0,08; dan 0,1 M dapat menghasilkan persentase pengurangan sulfur berturut-turut sebesar 56,50%; 67,95%; 68,13%; 87,47% dan 89,43%. Pada saat dilakukan penambahan H2O2 menunjukkan semakin besar konsentrasi H2O2 maka persentase reduksi semakin menurun dengan nilai penurunan rata-rata sebesar 20,14% setiap kenaikan konsentrasi H2O2 0,01 M. Pada konsentrasi H2O2 0,01 M dan HNO3 0,02; 0,04; 0,06; 0,08; dan 0,1 M dapat menghasilkan persentase reduksi sulfur berturut-turut sebesar 14,29%; 30,60%; 49,69%; 52,01% dan 62,53%. Sedangakan untuk konsentrasi H2O2 sebesar 0,02 M dengan besar konsentrasi HNO3 yang sama maka nilai persentase reduksi sulfur berturut-turut sebesar 22,08%; 19,71%; 43,09%; 46,83% dan 49,15%. Adanya penambahan H2O2 mengakibatkan penurunan persentase pengurangan sulfur batubara dibandingkan jika hanya menggunakan pelarut HNO3.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2015/389/051505266
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering and related technologies
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/143478
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item