BKG

Khiftiyah, Mariatul (2015) Aktivasi Zeolit Alam Malang untuk Adsorpsi Gliserol dari Biodiesel. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Zat pengotor terbesar yang ada pada biodiesel ialah gliserol dan menyebabkan ketidakstabilan biodiesel. Selama ini proses pemurnian biodiesel untuk mengurangi gliserol yang banyak dilakukan ialah dengan metode wet washing yang kurang efisien secara ekonomi dan menghasilkan limbah cair yang melimpah. Salah satu alternatif lain untuk memisahkan gliserol dari biodiesel ialah dengan metode dry washing menggunakan zeolit. Aktivasi zeolit dilakukan sebelum penggunaan zeolit alam merupakan faktor penting yang mempengaruhi struktur, luas permukaan, dan kapasitas adsorpsi zeolit. Pada penelitian ini dilakukan pemurnian biodiesel sintetik. Biodiesel sintetik terdiri dari B100 dengan penambahan gliserol 0.48%wt biodiesel dan metanol 5%wt biodiesel. Pemurnian ini menggunakan zeolit alam Malang teraktivasi dengan diameter partikel= 0,372-0,547 mm dalam kolom fixed bed dengan dimensi 30mm dan tinggi 400 mm. Penelitian ini menggunakan variasi adsorben. Adsorben divariasikan berdasarkan rasio zeolit alam Malang (gram) : HCl 4M (ml) meliputi sampel zeolit Z1=60:80, Z2=60:90, Z3=60:100, Z4=60:110, Z5=60:120. Proses adsorpsi dilakukan dengan pengulangan sebanyak 2 kali dengan 5 fraksi pengambilan sampel tiap adsorben. Sampel hasil pemurnian kemudian dilakukan uji bilangan asam yang dikonversi menjadi konsentrasi gliserol sehingga dapat diketahui % pengurangan konsentrasi dan kapasitas adsorpsi masing-masing adsorben. Adsorben yang paling optimum dipilih berdasarkan kapasitas adsorpsinya kemudian dilakukan uji parameter gliserol total, titik nyala, bilangan asam, dan massa jenis biodiesel untuk mengetahui perubahan biodiesel secara kualitatif. Hasil dari proses pemurnian menggunakan berbagai variasi adsorben menunjukkan bahwa terjadi pengurangan gliserol pada biodiesel keluaran kolom fixed bed. % pengurangan gliserol semakin menurun seiring meningkatnya jumlah fraksi. Adsorben paling optimum dalam mengurangi konsentrasi gliserol adalah adsorben Z1 dengan kapasitas adsorpsi total 0,00139 gram gliserol/ gram adsorben. Biodiesel hasil pemurnian dengan adsorben Z1 menunjukkan bahwa terjadi penurunan konsentrasi gliserol total menjadi 0,18 % w/w dan bilangan asam menjadi 0,36 mg NaOH/g sehingga memenuhi SNI biodiesel. Nilai uji titik nyala juga terjadi penurunan menjadi 96°C dan massa jenis menjadi 987,48 kg/m3 namun belum memenuhi nilai SNI yang ditetapkan.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2015/350/051504727
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering and related technologies
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/143428
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item