BKG

Wibowo, PondraSabtudian (2015) Pengaruh Penambahan Si Terhadap Distribusi Kekerasan Pada Bushing Duralumin Powder Metalurgi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pada saat ini, perkembangan teknologi komposit, khususnya Metal Matrik Composite (MMC) semakin maju seiring dengan berkembangnya teknologi industri otomotif. Penggunaan baja sebagai bahan baku suku cadang dan komponen otomotif mulai digantikan dengan bahan komposit dimana memiliki sifat mampu bentuk dan ketahanan korosi yang baik. Metalurgi serbuk (Powder Metallurgy) merupakan salah satu metode pembuatan MMC yang paling banyak digunakan dalam pembuatan komponen otomotif karena menawarkan efisiensi bahan baku dan energi yang lebih efisien dibandingkan dengan metode produksi lainnya. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari proses powder metallurgy diantaranya adalah komponen dapat dibuat sampai tingkat ukuran yang teliti tanpa finishing. Keuntungan lainnya komposisi yang dikehendaki lebih teliti dari pada pengecoran, serta mampu memproduksi paduan logam yang tidak dapat bercampur dalam keadaan cair. Material yang dipakai dalam metalurgi serbuk relatif tidak ada yang terbuang jadi dapat menghemat material. Proses pengerjaan cepat dan pada bentuk yang sederhana dapat dilakukan dengan satu kali proses. Dalam aplikasinya matriks yang paling banyak digunakan dalam komposit berbasis logam adalah logam yang memiliki densitas yang rendah yaitu alumunium. Dalam keadaan murni alumunium memiliki sifat ringan, tahan korosi, mampu mesin, namun untuk meningkatkan sifat mekanik dari alumunium umumnya dicampur dengan logam lain sehingga membentuk logam paduan. Salah satu paduan yang sering digunakan pada aluminum untuk meningkatkan sifat mekanik adalah tembaga (Cu). Nama lain dari paduan antara alumunium dan tembaga adalah duralumin. Pada paduan duralumin terdapat kelemahan pada produk yang dihasilkan, dikarenakan pada saat proses compacting serbuk duralumin membutuhkan binder agar pada saat proses compacting serbuk duralumin mempunyai ikatan yang kuat dan rongga antar butir serbuk duralumin dapat tertutup maksimal, sehingga tidak ada udara pada rongga antar butir serbuk duralumin yang dapat mengakibatkan menurunnya nilai kekerasan.Pembuatan bushing dalam penelitian kali ini menggunakan campuran serbuk duralumin dengan Si dengan berat campuran 40 gram, temperatur sintering 530ºC, tekanan compacting 400 bar serta lama proses hot compacting selama 15 menit. Variabel bebas yang digunakan adalah variasi berat Si pada campuran duralumin yaitu dengan berat 3g (7,5%), 4g (10%), 5g (12,5%), dan 6g (15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak kadar Si yang ditambahakan Maka kekerasan akan terus meningkat, kemudian kekerasan akan menurun. Hal ini dapat dilihat dari nilai kekerasan pada persentase jumlah Si 7.5%, 10%, 12.5%, dan 15% sebesar 28.81 HVN; 52.78 HVN; 43.42 HVN; dan 41.91 HVN.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2015/241/051503010
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/143300
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item