BKG

Imawan, Bustanul (2015) pengaruh sudut chamfer dan kekasaran permukaan terhadap kekuatan tarik sambungan las gesek Al-Mg-Si,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pada masa kini teknik las telah dipergunakan secara luas di industri manufaktur. Dalam perkembangannya proses penyambungan dengan pengelasan pada alumunium masih ditemukan beberapa masalah. Hal ini disebabkan karena aluminiun merupakan penghantar panas yang baik sehingga mengalami kesulitan untuk pemanasan daerah lasan saat dilakukan pengelasan dengan menggunakan las busur dan las gas. Pengelasan gesek (friction welding) merupakan salah satu solusi dari permasalahan dalam pengelasan aluminium. Pengelasan gesek merupakan proses penyambungan logam tanpa pencairan (solid state process), yang mana proses pengelasan terjadi sebagai akibat pengabungan antara laju putaran salah satu benda kerja dengan gaya tekan yang dilakukan oleh benda kerja yang berputar. Gesekan yang diakibatkan oleh pertemuan kedua benda kerja tersebut akan menghasilkan panas yang dapat melumerkan kedua ujung benda kerja yang bergesekan sehingga mampu melumerkan dan akhirnya terjadi proses penyambungan (Astrom, P, 2002). Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut chamfer dan kekasaran permukaan terhadap kekuatan tarik sambungan las gesek dengan menggunakan material Al-Mg-Si. Dalam penelitian ini sudut chamfer yang digunakan adalah 00, 150, 300, dan 450 dan variasi kekasaran permukaan kontak 1,06 μm, 0,9 μm, 0,69 μm. Putaran chuck yang digunakan pada pengelasan 1600 rpm dengan diberi tekanan awal sebesar 123 kgf selama 2 menit. Setelah mencapai waktu penekanan 2 menit kemudian putaran dihentikan dan diberi gaya tekan akhir sebesar 157 kgf selama 2 menit. Dari penelitian ini diperoleh kekuatan tarik tertinggi sebesar 173,489 N/mm2 pada variasi sudut chamfer 150 dengan kekasaran permukaan kontak 0,69 μm, sedangkan kekuatan tarik terendah pada variasi sudut chamfer 00 dengan kekasaran permukaan kontak 1,06 μm sebesar 83,459 N/mm2.

English Abstract

Today welding techniques have been widely used in industrial manufacturing. In the development process of switching the welding on aluminum still found some problems. This is because aluminum is a good conductor of heat so it difficult to warm up the weld area when the welding is done by using arc welding and gas welding. friction welding is one of the solutions of the problems in welding aluminum. Friction welding is a process of joining metals without melting (solid state process), in which the welding process occurs as a result of merging between the rate of rotation of the workpiece with a compressive force that is done by rotating the workpiece. Friction caused by the second meeting of the workpiece will produce heat that can melt both ends of the workpiece to rub so as to melt and finally a process of grafting (Astrom, P, 2002). This study aimed to determine the effect chamfer angle and surface roughness on friction welded joint tensile strength by using the material of Al-Mg-Si. In this study used chamfer angle is 00, 150, 300, and 450 and the contact surface roughness variations 1,06 μm, 0,9 μm, 0,69 μm. Rotation of Chuck used in welding 1600 rpm with a given initial pressure of 123 kgf for 2 minutes. After reaching the friction time 2 minutes later rounds stopped and given a final compression force of 157 kgf for 2 minutes. From this research, the highest tensile strength of 173.489 N/mm2 at 150 chamfer angle variation with the contact surface roughness 0.69 μm, while the lowest tensile strength of the variation chamfer angle 00 with the contact surface roughness of 1.06 μm of 83.459 N/mm2.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2015/124/051501004
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/143169
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item