BKG

Habibullah, Azmy (2014) Analisis nyala api dan gas hasil pembakaran pada meso-scale combustor dengan variasi konduktivitas termal,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Meso-scale combustor merupakan komponen penting dari micro power generator yang berfungsi merubah energi kimia bahan bakar menjadi energi termal. Penelitian-penelitian sebelumnya pada meso-scale combustor telah dilakukan dengan menggunakan quartz glass tube yang disisipkan single wire mesh. Hasil yang dicapai api dapat stabil didalam combustor namun dengan debit reaktan yang relatif kecil, apabila debit reaktan diperbesar lagi maka api akan mengalami blow-off. Maka dari itu dalam penelitian ini penulis menggunakan combustor dengan perbedaan konduktivitas termal dinding combustor diharapkan akan mendapatkan pembakaran yang stabil, nilai temperatur api, gas hasil pembakaran dan temperatur dinding yang tinggi dan emisi gas hasil pembakaran yang rendah CO. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konduktivitas termal dinding combustor terhadap temperatur api, temperatur gas hasil pembakaran, temperatur dinding dan kandungan gas hasil pembakaran pada meso-scale combustor dengan menggunakan tiga jenis material dinding combustor yang memiliki konduktivitas termal berbeda. Penelitian ini juga akan menganalisa emisi gas hasil pembakaran yang nantinya dari analisa tersebut akan mengetahui pengaruh konduktivitas termal material yang berbeda terhadap pembakaran yang terjadi, apakah pembakaran tersebut terjadi secara sempurna atau tidak. Combustor dalam penelitian ini menggunakan ruang bakar berbentuk silinder dengan diameter dalam 3.5 mm dengan wire mesh didalamnya. Dinding combustor terbuat dari quartz glass tube, stainless steel dan tembaga dengan konduktivitas termal quartz glass tube, stainless steel dan tembaga berturut-turut sebesar 1.4, 20 dan 385 W/mK. Wire mesh terbuat dari stainless steel dengan ukuran 60 mesh /inchi. Hasil penelitian menunjukkan combustor stainless steel memiliki nilai temperatur nyala api, gas hasil pembakaran dan temperatur dinding yang tertinggi dibandingkan combustor tembaga dan quartz glass tube. Hal ini dikarenakan stainless steel memiliki nilai konduktivitas termal yang optimal sehingga heat loss dari nyala api kedinding combustor tidak terlalu besar dan pada saat yang sama terjadi resirkulasi kalor untuk pemanas awal reaktan dalam jumlah yang cukup. Sehingga reaktan memasuki zona pembakaran pada temperatur yang cukup tinggi, menghasilkan pembakaran yang lebih baik dengan temperatur dan kecepatan pembakaran yang lebih tinggi. Hal itu juga menyebabkan combustor stainless steel memiliki nilai kandungan gas hasil pembakaran yang paling rendah CO dan dengan kandungan CO2 paling tinggi.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2014/82/051401202
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/143119
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item