BKG

Marpaung, ManimbulRogaDominggo (2014) Pengaruh Putaran Blower Pada Dust Collector Terhadap Hasil Kapasitas Produksi Semen Pada Grinding Plant (Studi Kasus di PT Triarta Aditama, Salatiga, Jawa Tengah). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Semen adalah suatu campuran senyawa kimia yang bersifat hidrolisis, yang artinya jika di campur dengan air dalam jumlah tertentu akan mengikat bahan-bahan lain menjadi satu kesatuan masa yang dapat memadat dan mengeras. Bahan utama dari semen adalah yang digiling bersama-sama dengan gypsum dan bahan ketiga di dalam alat penggiling. Material yang telah digiling akan melalui proses pemisahan antara yang halus dan kasar. Material halus yang akan memenuhi spesifikasi kualitas yang akan menajadi produk sedangkan yang kasar akan di recyle kembali kedalam vertical mill . Beberapa tipe penggilingan yang umum dipakai di pabrik semen adalah: tube mill dan vertical mill . Tube mill merupakan silinder baja yang berputar dan diisi dengan grinding media,penggilingan terjadi karena adanya tumbukan-tumbukan dari grinding media ( impact force ). Vertical m ill merupakan mesin penggiling yang menggunakan roller mill yang berbentuk bola, vertical mill menggunakan gaya tekan terhadap meja putar pada proses penggilingan. Blower adalah mesin yang digunakan untuk menaikan atau memperbesar tekanan udara atau gas yang dialirkan dalam suatu ruangan tertentu, atau juga sebagai pengisapan, pemvakuman udara atau gas terntentu. Pada proses semen dust collector digunakan sebagai penyaring semen yang sudah digiling di vertical mill dalam bentuk debu yang sesuai dengan ukuran tertentu. Kecepatan udara hisap sangat mempengaruhi kapasitas produksi semen, isapan udara di hasilkan dari blower . Dalam penelitian ini dilakukan proses penggilingan semen pada vertical mill dengan bantuan putaran blower sebagai pengatur jumlah isapan udara. Dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh putaran blower pada dust collector terhadap kapasitas produksi semen. Putaran blower yg digunakan adalah 1900, 1800, 1700, 1600 rpm. Dari penelitian ini diperoleh data berupa kecepatan udara isap dan kapasitas produksi semen. Dari hasil penelitian ini diperoleh kapasitas produksi semen paling rendah adalah pada putaran blower sebesar 1600 rpm dengan kecepatan udara isap sebesar 18.69 m/s. Sedangkan kapasitas produksi semen paling tinggi adalah pada putaran blower 1900 rpm dengan kecepatan udara isap sebesar 24.31 m/s. Sehingga semakin besar putaran blower maka kecepatan udara hisap semakin tinggi dan kapasitas produksi semen semakin besar.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2014/652/051407114
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/142978
Text
COVER_SKRIPSI.pdf

Download | Preview
Text
daftar_pustaka.pdf

Download | Preview
Text
PENGANTAR_daftar_isi_dkk.pdf

Download | Preview
Text
BAB_I_-_V_dominggo.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item