BKG

Rizaldy, RivkyHaris (2014) Pengaruh Tegangan Listrik Dan Molaritas Elektrolit Pada Proses Hard Anodizing Terhadap Laju Korosi Aluminium 6061. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Aluminium 6061 termasuk dalam aluminium paduan seri 6XXX yang telah banyak penggunaannya. Paduan 6053, 6061, dan 6063 mengandung magnesium dan silikon dalam kandungannya untuk membentuk magnesium silisida. Salah satu cara untuk meningkatkan umur pakai dalam hal ketahanan korosi adalah Hard Anodizing. Maka dalam studi eksperimental ini diteliti besar laju korosi yang terjadi pada Aluminium yang telah di Hard Anodizing dengan Titanium dalam variasi tegangan listrik (V) dan molaritas elektrolit. Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental nyata (true experimental research). Pada penelitian ini dilakukan proses perlakuan panas terlebih dahulu, yaitu annealing dengan suhu 4000C dengan holding 60 menit. Setelah itu spesimen diberi pre-treatment anodizing yaitu degreasing, etching, dan desmutting yang bertujuan untuk menghilangkan minyak, kerak, dan lapisan oksida dari aluminium. Setelah proses pretreatment dilakukan, proses selanjtnya adalah anodizing. Pada proses anodizing, spesimen dihubungkan pada kutub positif power supply dan titanium dihubungkan pada kutub negatif power supply, kemudian kedua elektroda ini dicelupkan pada bak elektrolisis yang berisi elektrolit asam fosfat H3PO4. Setelah itu tegangan dan arus 1A pada power supply diatur kemudian power supply dinyalakan selama 60 menit. Hasil anodizing selanjutnya dicari laju korosinya dengan metode polarisasi. Metode polarisasi menggunakan potensiostat. Potensiostat merupakan peralatan yang digunakan pada penelitian elektrokimia untuk mengamati fenomena yang terjadi selama proses korosi terjadi. Potensiostat akan mengaplikasikan tegangan listrik inputan kepada benda uji sehingga nilai arus selama proses korosi dapat diperoleh. Peralatan potensiostat biasanya dilengkapi dengan tiga jenis elektroda Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tegangan listrik sebesar 15, 20, 25, dan 30V dan molaritas elektrolit sebesar 1M dan 2M. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu laju korosi setelah proses Hard Anodizing pada Al 6061 dengan metode polarisasi. Sedangkan variabel terkontrol dalam penelitian ini adalah temperatur operasi proses anodizing pada suhu 0 – 50C, jarak dari anoda ke katoda adalah 5 cm, arus listrik sebesar 1 Ampere dan suhu annealing sebesar 4000C dengan holding 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan tegangan listrik dan molaritas elektrolit pada proses hard anodizing berpengaruh terhadap laju korosi aluminium 6061. Semakin tinggi tegangan listrik yang diberikan, maka laju korosi akan semakin menurun. Begitu juga dengan molaritas elektrolit, laju korosi dengan molaritas elektrolit 2 mol lebih kecil dibandingkan dengan molaritas elektrolit 1 mol. Laju korosi tertinggi terjadi pada spesimen variasi molaritas elektrolit 2 mol dan tegangan 30 volt yaitu 0,087451 mm/year. Dan laju korosi terendah terjadi pada spesimen variasi molaritas elektrolit 2 mol dan tegangan 25 volt yaitu 0,000035081 mm/year. Penurunan laju korosi disebabkan proses korosi terjadi lebih dahulu pada lapisan titanium yang didapat dari hasil hard anodizing, karena titanium memiliki ketahanan korosi yang lebih baik daripada aluminium maka dari itu laju korosi yang didapat semakin menurun.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2014/356/051404729
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/142644
Text
BAB_I-III.pdf

Download | Preview
Text
BAB_IV-V.pdf

Download | Preview
Text
COVER.pdf

Download | Preview
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download | Preview
Text
KATA_PENGANTAR_dan_DAFTAR.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item