BKG

Kusumo, MuhamadAdamBroto (2014) Pengaruh Putaran Rotor Air Classifier Pada Vertical Mill Terhadap Tingkat Kehalusan Kapur Di Grinding Plant. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kebutuhan terhadap semen nasional semakin tahun semakin meningkat sedangkan produksi semen nasional belum dapat memenuhi jumlah kebutuhan dari konsumen karena terbatasi oleh kapasitas pabrik semen. Hal ini merupakan peluang bagi industri semen untuk dapat menutupi celah kebutuhan semen nasional dengan melakukan optimasi proses serta melakukan efisiensi di segala lini terutama pada proses produksi semen. Bahan utama dari semen adalah kapur yang digiling di dalam alat penggiling. Material yang telah digiling akan melalui proses pemisahan antara yang halus dan yang kasar. Material halus yang memenuhi spesifikasi kualitas akan menjadi produk sedangkan yang kasar akan direcycle ke dalam mill. Pemisahan material yang halus memiliki peranan penting di dalam operasi penggilingan semen. Alat pemisah (separator) yang digunakan dalam unit proses penggilingan semen berdasarkan prinsip pemisahan dengan udara. Partikel dengan berbagai ukuran dimasukkan ke dalam zona pemisahan dimana gaya sentrifugal akibat sistem yang berputar dan gaya hambat dari aliran udara bertumbukan sehingga menghasilkan gaya resultansi yang menyebabkan partikel terpisah menuju aliran kasar dan halus. Tiap partikel akan menerima tiga gaya yaitu gaya sentrifugal, gaya gravitasi dan gaya hambat (drag force). Gaya terbesar yang akan memisahkan partikel tersebut dengan partikel lain yang berbeda ukurannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh putaran rotor air classifier pada vertical mill terhadap tingkat kehalusan kapur. Dalam penelitian ini dilakukan proses pemisahan partikel menggunakan alat pemisah berupa rotor air classifier yang terletak di dalam vertical mill yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh putaran rotor air classifier pada vertical mill terhadap tingkat kehalusan kapur. Putaran rotor air classifier yang digunakan adalah 100, 150, 200, 250 dan 300 rpm. Dari penelitian ini diperoleh data berupa persentase massa sampel kapur yang lolos ayakan mesh 200. Dari hasil penelitian ini diperoleh persentase sampel kapur lolos ayakan mesh 200 paling rendah adalah pada putaran 100 rpm sebesar 15,3%. Sedangkan persentase sampel kapur lolos ayakan mesh 200 paling tinggi adalah pada putaran 300 rpm sebesar 40%. Sehingga semakin tinggi putaran rotor air classifier yang diberikan maka jumlah sampel kapur yang lolos ayakan mesh 200 semakin banyak.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2014/289/051403696
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/142575
Text
BAB_I.pdf

Download | Preview
Text
BAB_II.pdf

Download | Preview
Text
BAB_III.pdf

Download | Preview
Text
BAB_IV.pdf

Download | Preview
Text
BAB_V.pdf

Download | Preview
Text
daftar_pustaka.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item