BKG

Zulfikar, Vicky (2014) Pengaruh Konsentrasi Inhibitor Ekstrak Daun Jambu Biji Dan Waktu Perendaman Terhadap Laju Korosi Baja Api 5l Grade B Schedule 80 Dalam Media Air Laut. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bidang industri yang saat ini banyak menggunakan peralatan dari logam yang rentan akan korosi. Upaya pengendalian dan perawatan terhadap peristiwa korosi sangatlah penting untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkannya. Maka diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengantisipasi korosi. Salah satu cara untuk mencegah korosi adalah dengan penggunaan inhibitor. Inhibitor yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun jambu biji. Dipilih ekstrak daun jambu biji karena cukup banyak tersedia dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan inhibitor kimia sintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi inhibitor dari ekstrak daun jambu biji sebagai penghambat korosi dan waktu perendamannya terhadap laju korosi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode eksperimental nyata (true experiment research) yang langsung digunakan ke obyek yang akan diuji. ada penelitian ini menggunakan baja API 5L (American Petroleum Institute) grade B schedule 80 yang biasanya digunakan pada industri perminyakan untuk pipa bawah laut. Variabel bebas yang dipakai adalah konsentrasi inhibitor (0 ppm, 1000 ppm, 2000 ppm, 4000 ppm, 6000 ppm) dan waktu perendaman (3 hari, 7 hari, 11 hari). Dari hasil penelitian didapat bahwa konsentrasi inhibitor dan waktu perendaman berpengaruh terhadap laju korosi baja API 5L grade B schedule 80. Semakin besar konsentrasi inhibitor yang digunakan, semakin kecil laju korosi yang terjadi. Semakin lama waktu perendaman, semakin kecil laju korosi yang terjadi. Untuk penambahan inhibitor, mampu bekerja sampai optimal pada konsentrasi inhibitor 2000 ppm. Untuk konsentrasi lebih dari 2000 ppm, inhibitor sudah tidak bisa menghambat laju korosi. Hal ini disebabkan penambahan inhibitor korosi yang terlalu banyak, sehingga larutan menjadi terlalu pekat dan menyebabkan lapisan Fe-Tanin ekstrak tidak bisa menutupi seluruh permukaan baja, sehingga pada bagian yang tidak tertutupi Fe dapat ter-ion dan mengalami korosi. Nilai laju korosi paling kecil sebesar 0.091847533 pada konsentrasi inhibitor 2000 ppm dan waktu perendaman 11 hari. Hal ini disebabkan pada konsentrasi 2000 ppm inhibitor mampu bekerja optimal dalam menghambat laju korosi, dan semakin lama waktu perendaman semakin menurun pula laju korosinya akibat peristiwa pasifasi. Efisiensi inhibitor terbesar 72 % didapat pada konsentrasi inhibitor 2000 ppm dengan waktu perendaman 7 hari.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2014/280/051403584
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/142565
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item