BKG

Ganda, AnditaNatariaFitri (2014) Ekstrak Daun Jambu Biji Sebagai Inhibitor Korosi Baja SS 304 Dalam Asam Sulfat. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Korosi merupakan masalah yang sering terjadi di dunia industri, terutama industri pengolahan pupuk yang menggunakan asam sulfat sebagai salah satu bahan baku pembuatan produknya. Metode pencegahan korosi yang sering digunakan adalah pemilihan material atau paduan yang cocok untuk beberapa jenis korosi . Industri pengolahan pupuk menggunakan Sulphuric Acid Resistance Alloyed Metal (SARAMET) sebagai bahan tangki penyimpanan asam sulfat. SARAMET termasuk dalam baja tahan karat tipe austenitik yang mempunyai kandungan unsur silikon tinggi. Akan tetapi SARAMET tidak ekonomis dan bentuk produknya terbatas dalam bentuk pipa saja. Maka dari itu digunakan baja austenitik tipe 304 dengan penambahan proteksi terhadap korosi. Salah satu cara memproteksi baja dari korosi yaitu dengan penambahan inhibitor. Inhibitor digunakan karena harganya ekonomis dan ramah lingkungan, khususnya green corrosion inhibitor. Green corrosion inhibitor berasal dari ekstraksi senyawa organik yang di dalamnya terdapat kandungan heteroatom. Pada penelitian ini digunakan ekstrak daun jambu biji sebagai green corrosion inhibitor. Ekstrak daun jambu biji dipilih karena mengandung senyawa tanin yang dapat menghambat laju korosi. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun jambu biji terhadap laju korosi baja SS 304 dalam lingkungan asam sulfat. Pengujian laju korosi dilakukan dengan menggunakan metode elektrokimia. Proses pengujian dilakukan pada temperatur ruang dan dalam asam sulfat pada berbagai variasi konsentrasi (75%, 85%, dan 95%). Ekstrak daun jambu biji ditambahkan ke dalam media korosi asam sulfat dengan variasi konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm, 4000 ppm, dan 6000 ppm. Dimensi baja SS 304 dibuat sama untuk tiap variasi. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan inhibitor ekstrak daun jambu biji dapat menurunkan laju korosi baja SS 304 dalam asam sulfat pada berbagai konsentrasi. Laju korosi terendah dalam asam sulfat 75% terjadi pada penambahan inhibitor 6000 ppm yaitu 2,437 mm/year dengan efisiensi inhibisi sebesar 98,42%. Dalam asam sulfat 85% dan 95%, laju korosi terendah terjadi saat penambahan inhibitor 1000 ppm dan 2000 ppm, yang besarnya masing – masing adalah 10,897 mm/year dan 0,882 mm/year dengan efisiensi inhibisi masing – masing sebesar 92,92% dan 93,73%. Penurunan laju korosi dan peningkatan efisiensi inhibisi disebabkan adanya proses inhibisi ekstrak daun jambu biji secara fisisorpsi. Proses fisisorpsi dapat dilihat dari perubahan nilai konstanta Tafel anodik dan katodik (βa dan βc) yang tidak beraturan. Dari hasil pengujian, dapat diketahui jenis inhibitor ekstrak daun jambu biji termasuk dalam inhibitor tipe campuran.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2014/254/051403285
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/142537
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item