BKG

Farizkaraja, Mika (2014) Pengaruh Kosentrasi CO2 terhadap Karakteristik Api Pembakaran Difusi CH4-CO2 pada Counterflow Burner,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Biogas memiliki kandungan gas yang beragam dan konsentrasi gas-gas yang terkandung dalam biogas sangat mempengaruhi karakteristik api dari pembakaran yang terjadi.. Pada umumnya gas yang terkandung dalam biogas sendiri adalah CH4 (50%-70%), CO2 (30%-40%), H2S (0%-10%), H2O (0,3%), N2 (1%-2%), H2 (5%-10%). Dalam hal ini yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar adalah gas CH4 karena memiliki nilai kalor (panas) yang bisa digunakan sebagai bahan bakar, sedangkan gas-gas lain seperti CO2 dan N2 merupakan zat pengotor yang bersifat merugikan pada pembakaran. Pengaruhnya pada pembakaran yang disebabkan oleh zat pengotor tersebut pun bisa dilihat dari karakteristik api yang terbentuk . Pada penelitian ini gas yang digunakan hanya CH4, CO2, O2 dan N2. Dalam penelitian ini digunakan metode pembakaran difusi dengan Counterflow Burner karena menurut berbagai penelitian sebelumnya mengenai pembakaran difusi metode ini paling baik untuk meneliti karakteristik api difusi. Pada penelitian ini variasi CO2 pada bahan bakar adalah 0%, 10%, 20%, 30%, 40%,dan 50%. Dan dilihat pula pengaruhnya pada berbagia variasi jumlah oksidator dan debit aliran. Pada penelitian ini yang diamati dari karakteristik api difusi diantaranya adalah warna api, lebar api dan batas oksigen minimal pada nyala api. Pada pengamatan warna api didapatkan kecenderungan api akan semakin terang ketika O2 terus ditambahkan dan akan terlihat api dengan warna paling terang pada konsentrasi CO2 0% pada rasio O2 pada oksidator 0,314 dan debit aliran 4 LPM (Liter per Menit). Pada pengamatan panjang api didapatkan api terlebar pada konsentrasi 20% CO2, rasio O2 0,314 dan debit aliran 4 LPM. Dan didapatkan pula data batas oksigen mínimum pada nyala api dimana api dengan konsentrasi 10% dan 20% dengan debit aliran bahan bakar 4 LPM mampu menyala hingga 0.160 pada rasio O2. Dan pada api dengan konsentrasi 50% dan debit aliran 4, 8, 12 LPM api hanya mampu menyala pada 0.188 pada rasio bahan bakar dimana ini menjadi nilai tertinggi rasio O2 pada pengamatan batas O2 minimum nyala api. Sehingga diambil kesimpulan warna api akan semakin terang seiring kenaikan YO2 dan debit aliran bahan bakar,, lalu api akan semakin lebar seiring dengan bertambahnya konsentrasi CO2 pada bahan bakar. Sedangkan, api kuning yang terbentuk semakin kecil seiring

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2014/136/051401347
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/142404
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item