BKG

S, HardiantoDwi (2014) Pengaruh Jumlah Sudu Terhadap Unjuk Kerja Kincir Air Tipe Sudu Lengkung Overshot. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Masalah pemenuhan kebutuhan akan energi listrik pun dapat diselesaikan dengan membangun sebuah instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan salah satu jenis Pembangkit Listrik Tenaga Air adalah kincir air. Penelitian tentang kincir dan turbin impuls lainnya telah banyak dilakukan diantaranya lebar sudu turbin mempengaruhi kinerja kincir air tipe sudu datar overshot, dan sistem aliran fluida mempengaruhi kinerja kincir air, tinggi sudu mempengaruhi kinerja kincir air tipe sudu datar overshot, tebal sudu mempengaruhi kinerja kincir air tipe sudu datar overshot. Kincir air yang sudah banyak digunakan adalah kincir air dengan tipe sudu datar, sedangkan bentuk sudu yang lain, seperti bentuk mangkuk atau lengkung banyak digunakan pada turbin air impuls jenis Pelton. Selama ini kincir air masih mempunyai efisiensi yang lebih kecil jika dibandingkan dengan turbin-turbin air yang lain, padahal instalasi kincir air lebih mudah untuk dibuat jika dibandingkan dengan turbin air jenis lain. Oleh karena itu untuk meningkatkan efisiensinya maka dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi jumlah sudu terhadap kinerja kincir air tipe sudu lengkung overshot. Pada penelitian ini akan menguji pengaruh variasi jumlah sudu yaitu 3 buah, 4 buah, dan 5 buah terhadap kinerja kincir air yang meliputi daya poros (BHP), rasio U/Vs, daya air (WHP), serta efisiensi dengan menggunakan bentuk sudu lengkung dengan sudut kelengkungan terhadap pusat poros 15º, dan sistem aliran overshot. Dari pengujian tersebut didapatkan Daya poros tertinggi adalah pada variasi jumlah sudu 5 yaitu sebesar 0.05 watt, kemudian variasi jumlah sudu 4 yaitu sebesar 0.04 watt, dan variasi jumlah sudu 3 yaitu sebesar 0.03 watt. Semakin banyak jumlah sudu, maka daya poros semakin meningkat. Daya poros tertinggi adalah pada debit 10 m³/jam, pada jumlah sudu 3 yaitu sebesar 0.1 watt, pada jumlah sudu 4 yaitu sebesar 0.12 watt, pada jumlah sudu 5 sebesar 0.17 watt. Efisiensi tertinggi adalah pada jumlah sudu 5 yaitu sebesar 50,4 %, kemudian variasi jumlah sudu 4 yaitu sebesar 38,5 %, dan variasi jumlah sudu 3 yaitu 36,3 %. Semakin banyak jumlah sudu maka efisiensi semakin meningkat.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2014/127/051401338
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/142393
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item