BKG

Pranowo, PanduSuryo (2014) Efektivitas Absorben Dengan Variasi Tinggi Tubing Dalampenyerapan Gas Karbon Dioksida (Co2) Pada Sistem Purifikasi Gas. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Dalam mengatasi krisis energi yang terjadi di beberapa tahun belakangan ini, dikembangkan suatu energi alternatif yang berasal dari bahan organik untuk menjawab krisis energi tersebut. Salah satu energi terbarukan yang saat ini dikembangkan adalah Biogas. Biogas sangatlah berpotensial untuk digunakan sebagai bahan bakar karena memiliki kandungan gas metan (CH4) yang tinggi. Akan tetapi kandungan gas karbon dioksida (CO2) yang terdapat dalam biogas sangat merugikan, karena dapat menurunkan nilai kalor dari gas metan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemurnian biogas terlebih dahulu sebelum digunakan, salah satunya dengan metode teknologi absorbsi, menggunakan menara paking. Keuntungan yang diperoleh dengan penggunaan menara paking adalah jumlah CO2 yang diserap cukup besar, karena pengaruh dari pemberian isian didalam menara, sehingga menyebabkan luas kontak antar fasenya semakin besar. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimental, untuk mengamati pengaruh dari pemberian tube sebagai isian dalam menara, terhadap penyerapan gas karbon dioksida nya, dan yang akan diamati adalah pemberian tube dengan variasi tinggi 0 cm, 10 cm, 20 cm, 30 cm, 40 cm, dan 50 cm, dengan harapan semakin tinggi tubing maka akan dapat melakukan penyerapan gas CO2 yang semakin baik, dengan luas kontak yang semakin besar. Selain itu, larutan yang digunakan sebagai absorben adalah air, kalsium hidroksida (CaOH), dan trietilamna (TEA). Dari penelitian ini didapatkan bahwa semakin tinggi tubing, maka jumlah CO2 yang berhasil diserap oleh masing – masing absorben akan semakin meningkat. Dan data hasil penelitian yang didapatkan dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian tube memberikan pengaruh yang cukup besar dalam proses penyerapan CO2, dimana persentase gas hasil pemurnian ketika tidak ada pemberian tubing dalam menara (0 cm), didapatkan kandungan CO2 masing – masing larutan sebesar, air 10,02 %, kalsium hidroksida 11,52 %, dan trietilamina 11,19 %. Sedangkan ketika pemberian tubing (50 cm) didalam menara, didapatkan kandungan CO2 sebesar, air 5,5 %, kalsium hidroksida 6,6 %, dan trietilamina 6,3 %.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2014/116/051401298
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/142377
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item