BKG

Charis, Ichwanul (2013) Komparasi Proses Hot Compacting Dan Cold Compacting Terhadap Distribusi Kekerasan Dan Porositas Powder Metallurgy Pada Bushing Duralumin. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pada Dasarnya Bantalan Dapat Dikelompokkan Menjadi Dua Yaitu Bantalan Luncur Dan Bantalan Gelinding. Setiap Kelompok Tersebut Memiliki Fungsi Yang Berbeda-Beda. Salah Satunya Bushing Yang Termasuk Dalam Bantalan Luncur, Bushing Ini Memiliki Fungsi Untuk Menumpu Poros Berbeban. Sehingga Putaran Atau Gerakan Bolak-Baliknya Dapat Berlangsung Secara Halus Dan Aman. Suatu Bushing Yang Dapat Digolongkan Baik Adalah Bushing Yang Mempunyai Sifat Mekanik (Kekuatan, Kekerasan, Dan Keausan) Yang Baik Oleh Karena Itu Banyak Penelitian Yang Sudah Dilakukan Untuk Mendapatkan Bushing Yang Baik Dengan Proses Powder Metallurgy Diantaranya Penelitian Mengenai Pengaruh Temperatur, Tekanan, Ketebalan, Dan Juga Ukuran Butir. Namun Belum Ada Yang Mencoba Untuk Meneliti Mengenai Perbandingan Proses Pengerjaannya. Padahal Proses Merupakan Tahapan Yang Sangat Penting Pada Powder Metallurgy . Karena Akan Berpengaruh Terhadap Sifat Mekanik Dari Produk, Powder Metallurgy Adalah Suatu Teknik Pembuatan Benda Atau Barang Yang Mempunyai Bentuk-Bentuk Tertentu Dari Bubukan Metal Atau Logam, Baik Yang Ferrous Maupun Yang Non-Ferrous Melalui Proses Penekanan. Tahapan Dalam Powder Metallurgy Adalah Pembuatan Serbuk, Compacting , Dan Sintering. Dalam Proses Pembuatan Serbuk Terdapat Beberapa Metode Diantaranya Metode Fisik, Kimiawi Dan Mekanik. Compacting Merupakan Suatu Proses Pemberian Gaya Luar Berupa Tekanan, Compacting Dibagi Menjadi Dua, Yaitu Cold Compacting Dan Hot Compacting . Cold Compacting Yaitu Memadatkan Serbuk Pada Tempetatur Ruang Untuk Menghasilkan Green Body . Sedangkan Pada Proses Hot Compacting Merupakan Suatu Proses Kompaksi Yang Dilakukan Pada Temperatur Yang Relatif Tinggi Tetapi Masih Dibawah Titik Lebur Dari Serbuknya. Sintering Merupakan Proses Pemanasan Di Bawah Titik Lebur Sehingga Terjadi Suatu Proses Pengikatan Partikel. Dalam Penelitian Ini Peneliti Menggunakan Bahan Duralumin, Duralumin Merupakan Paduan Antara Alumunium Dan Tembaga. Dalam Penelitian Kali Ini Peneliti Menggunakan Variable Bebasnya Berupa Variasi Proses Compacting Yaitu Cold Compacting Dan Hot Compacting Serta Ketebalan Specimen 3 Mm Dan 6 Mm. Variable Terikatnya Yaitu Distribusi Kekerasan, Porositas. Dan Yang Menjadi Variabel Terkontrol Adalah Berat Serbuk 40 Gram, Waktu Penekanan 15 Menit, Beban Penekanan 50 Mpa, Suhu Sintering 450 °C, Waktu Sintering Untuk Cold Compacting 30 Menit. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Nilai Distibusi Kekerasan Yang Terbesar Terdapat Pada Proses Hot Compacting Sedangkan Untuk Nilai Prosentase Porositas Yang Terbesar Terdapat Pada Proses Cold Compacting . Hal Ini Terlihat Dari Nilai Rata-Rata Kekerasan Untuk Hot Compacting Sebesar 80,2 VHN Dan Cold Compacting Sebesar 38,33 VHN. Sedangkan Untuk Nilai Porositasnya Hot Compacting 17,84 % Dan Cold Compacting 23,68 %.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2013/534/051400144
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/142266
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item