BKG

Octavianti, ItsnaAulia (2013) Perencanaan Produksi Agregat Produk Tembakau Rajang P01 dan P02 di PT X. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Industri tembakau rajang merupakan salah satu industri manufaktur yang memiliki jumlah permintaan pasar yang cenderung berubah-ubah. PT X adalah perusahaan penghasil tembakau rajang yang saat ini sedang berkembang, dimana permintaan tembakau rajang PT X sangat berfluktuasi dari tahun ke tahun, terutama produk P01 dan P02. Fluktuasi permintaan tersebut mengakibatkan terjadinya kelebihan dan kekurangan produk serta besarnya biaya produksi yang harus dikeluarkan. Perencanaan produksi PT X yang masih bersifat subyektif, yakni berdasarkan perkiraan dan pengalaman masa lalu tidak dapat mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu perencanaan produksi agregat yang dapat membantu memaksimalkan penggunaan seluruh kapasitas organisasi untuk memenuhi permintaan tersebut. Penelitian ini dimulai dengan melakukan perhitungan biaya produksi awal perusahaan. Selanjutnya dilakukan pengevaluasian biaya dengan menggunakan tiga strategi agregat yakni Chase Strategy, Level Strategy dan Hybrid Strategy. Dari ketiga strategi agregat tersebut dipilih strategi terbaik yang memberikan biaya produksi paling minimum. Strategi agregat terpilih digunakan untuk melakukan perencanaan produksi agregat untuk periode satu tahun ke depan. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode Exponential Smoothing, Moving Average, dan Weighted Moving Average untuk mengetahui jumlah permintaan P01 dan P02. Hasil peramalan P01 dan P02 digunakan dalam perencanaan produksi agregat, selanjutnya dilakukan perhitungan disagregasi dengan metode Hax dan Meal yang bertujuan untuk menentukan jadwal induk produksi. Berdasarkan pengevaluasian biaya produksi dengan menggunakan tiga strategi agregat, dipilih Hybrid Strategy karena memberikan biaya produksi paling minimum sebesar Rp 34.309.781.219, dimana biaya produksi mengalami penghematan sebesar Rp 234.376.086 dari biaya produksi awal PT X. Kemudian dari perencanaan produksi agregat untuk periode satu tahun ke depan yaitu periode Januari-Desember 2013 diperoleh perkiraan biaya produksi sebesar Rp 36.058.349.808. Berdasarkan perhitungan disagregasi didapatkan jadwal induk produksi untuk produk tembakau rajang P01 dan P02.

English Abstract

Tobacco industry is one of the manufacturing industries which has market demand tends to fluctuate. PT X is a tobacco company which is currently developing, where the demand for tobacco very fluctuated from year to year, mainly for products P01 and P02. The demand fluctuation resulted in the excess or shortage of products as well as the amount of costs to be incurred. Production planning of PT X which is subjective based only by estimations and past experiences can not overcome these problems. Therefore, it requires an aggregate production planning that can help maximize the use of all of the organizations capacity to meet the demand. This study begins with the calculation of the companys initial production cost. Cost evaluation is then performed using three aggregate strategies namely Chase Strategy, Level Strategy and Hybrid Strategy. Those three strategies were chosen which the best strategy that provides the most minimum production cost. The chosen aggregate strategy are used to make aggregate production planning for a one year period ahead. Forecasting is done by using Exponential Smoothing, Moving Average, and Weighted Moving Average to determine the demand of P01 and P02. The forecasting results of P01 and P02 are used in the aggregate production planning, then calculation of disaggregation is done using Hax and Meal that aims to determine the master production schedule. Based on the evaluation of production cost using three aggregate strategies, Hybrid Strategy is selected because it is provide the most minimum production cost of Rp 34.309.781.219, which occured savings production cost of Rp 234.376.086 of the initial production cost of PT X. Then the aggregate production planning for a one year ahead period from January to December 2013 obtained production cost estimation of Rp 36.058.349.808. The calculation of disaggregation obtained master production schedule for tobacco products P01 and P02.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2013/313/051307589
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/142038
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item