BKG

Bio, AbishaJehian (2013) Pengaruh Penggunaan Slag Baja sebagai Pengganti Agregat Kasar pada Campuran Aspal Porus Standar Australia (AAPA). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Aspal konvensional memang sudah sangat sering digunakan di Indonesia, namun saat ini ada sebuah teknologi perkerasan dengan meminimalisir agregat halus dan memaksimalkan agregat kasar yang disebut Porous Pavement (Perkerasan Porus). Perkerasan ini, memperbesar rongga pada aspal sehingga air mudah masuk dan meminimalisir genangan di permukaan ketika hujan. Permasalahan pada teknologi aspal porus ini adalah kecilnya nilai stabilitas dikarenakan kurangnya agregat halus. Oleh karena itu, digunakan campuran slag baja yang merupakan limbah sisa produksi yang termasuk ke dalam limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Hal ini dikarenakan, jika dilihat potensinya, slag baja merupakan suatu bahan alternatif yang memiliki tingkat kestabilan yang tinggi, tahan terhadap reaksi kimia dan tahan terhadap perubahan suhu yang ekstrim. Perlakuan campuran yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pembuatan campuran beraspal dengan variasi proporsi agregat kasar 100%/0%, 80%/20%, 60%/40%, 40%/60%, 20%/80% (batu pecah/slag baja) dan aspal pen 60/70. Kemudian dipadatkan pada suhu 140 o -160 o sesuai standar Bina Marga untuk HMA dan tumbukan sebanyak 50 setiap sisi sesuai standar AAPA. pengujian tingkat permeabilitas dengan menggunakan alat uji Falling Head sesuai ASTM dan pengujian Marshall menggunakan metode menurut standar Bina Marga. Setelah didapat KAO, maka dilakukan pembuatan benda uji dan dilakukan variasi kadar aditif menggunakan Wetfix-BE dengan kadar 0%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, dan 0,5% dari berat aspal. Penggunaan slag baja sebagai pengganti agregat kasar pada campuran aspal porus memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap nilai VIM, dan flow, serta memiliki pengaruh signifikan positif untuk stabilitas, MQ, dan koefisien permeabilitas. KAO yang didapat dari pengujian variasi komposisi slag baja adalah 1/3 batu pecah dan 2/3 slag baja (34%/66%) dan aspal pen 60/70 optimum pada kadar 4,5% dengan seluruh karakteristik marshall memenuhi standar AAPA. Pada keadaan optimum, campuran ini mampu mengalirkan air dengan kecepatan 335 inci/jam sehingga curah hujan yang dapat dialirkan sebesar 823 mm/jam/m 2 . Pada pengujian variasi kadar Wetfix-BE sebagai aditif pada kadar aspal 4,5% didapatkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan terhadap VIM, Flow dan koefisien permeabilitas, tetapi memiliki pengaruh signifikan terhadap Stabilitas dan MQ yang nilainya tidak sebesar nilai kontrol. Sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai pengujian variasi kadar Wetfix-BE dengan variasi aspal juga.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2013/250/051306796
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/141970
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item