BKG

Lestari, Rissa (2013) Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Perendaman dalam Larutan Asam Sulfat terhadap Laju Korosi Sulphuric Acid Resistance Alloyed Metal (SARAMET). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Perkembangan di dunia industri manufaktur membuat setiap perusahan berlomba-lomba untuk mengembangkan produk mereka, bersaing menciptakan produk yang tahan korosi khususnya bagi industri kimia. Korosi adalah degradasi logam akibat reaksi dengan lingkungan. Untuk alasan inilah PT Petrokimia Gresik mengganti material yang digunakan untuk bahan baku pembuatan tangki-tangki penyimpanan asam sulfat dengan SARAMET. Sulphuric Acid Resistance Alloyed Metal (SARAMET) adalah austenitic stainless steel dengan penambahan silikon hingga 5.8%. Kandungan silikon yang tinggi inilah yang membuat SARAMET lebih tahan korosi daripada SS 304 dan SS 316 L mengingat asam sulfat adalah larutan yang sangat korosif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan waktu perendaman dalam larutan asam sulfat terhadap laju korosi Sulphuric Acid Resistance Alloyed Metal (SARAMET). Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsentrasi asam sulfat yang divariasikan sebesar 85, 90, dan 95% dengan variasi waktu perendaman yaitu 240, 360, dan 480 jam. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah laju korosi SARAMET dengan variabel terkontrol yaitu dimensi SARAMET yang dibuat sama untuk tiap variasi dan penelitian dilakukan pada temperatur kamar. Dari hasil penelitian didapat hasil bahwa semakin tinggi konsentrasi asam sulfat maka laju korosi akan semakin turun. Hal ini karena semakin pekat konsentrasi akan menyebabkan semakin sulit terurainya asam sulfat menjadi ion SO42- (ion sulfat). Berkurangnya ion sulfat mengindikasikan berkurangnya ion korosif yang dapat menyebabkan korosi pada logam sehingga reaksi akan terhambat atau bahkan berhenti. Semakin lama waktu perendaman didapat laju korosi SARAMET yang semakin turun. Hal ini sesuai dengan sifat stainless steel yang dapat mengalami pasifasi pada lingkungan tertentu karena adanya kandungan kromium. Dengan adanya kandungan kromium minimum 12% pada stainless steel maka secara spontan sudah terbentuk lapisan pasif Cr2O3 yang menyelimuti permukaan logam sehingga ion korosif sukar untuk masuk. Faktor lain yang dapat menyebabkan laju korosi turun yaitu karena adanya kandungan silikon yang lebih dari 1% pada SARAMET. Hal ini karena silikon dapat berfungsi sebagai deoksidator sehingga dapat meminimalisasi oksigen yang ada dalam larutan asam sulfat. Dengan berkurangnya kandungan oksigen maka akan mengurangi reaksi reduksi oksigen di katoda sehingga dapat menurunkan laju korosi.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2013/237/051307603
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/141956
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item