BKG

Wardhani,MuhammadOkkyAditya, (2012) Pengaruh Jarak Peletakan Turbulator Terhadap Unjuk Kerja Dari Liquid Desiccant Dehumidification System. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pengondisian udara pada tempat-tempat yang memiliki keadaan udara yang panas dan lembab, amatlah dibutuhkan. Hal ini dilakukan mengingat faktor kenyamanan yang dirasakan oleh penghuninya. Pada perkembangan berikutnya pengaturan kelembaban bukan hanya dipakai untuk kenyamanan belaka namun juga dipakai dalam berbagai proses seperti pengeringan. Sasaran utama yang hendak dicapai dalam pengondisian udara adalah penurunan kelembaban, kelembaban relatif berkisar 40%-70%. Desiccant Dehumidification System (DDS) adalah alternatif yang layak dipakai saat ini. Proses dehumidifikasi merupakan suatu proses penurunan kadar air dalam udara. Sedangkan desiccant adalah suatu zat yang dapat menyerap uap air yang terdapat dalam udara (higroskopis). Untuk meningkatkan proses dehumidifikasi, bisa dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memvariasikan kecepatan udara inlet dan penambahan turbulator pada instalasi dengan memvariasikan jarak peletakannya dari spray nozzle . Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh dari jarak peletakan turbulator terhadap unjuk kerja dari system, yang terdiri dari transfer massa, transfer energi dan efisiensi Desiccant Dehumidification System . Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimental. Pada penelitian ini digunakan wiper washer assy sebagai alat bantu untuk memompakan desiccant dari penampung yang akan disemprotkan melalui spray nozzle . Variasi kecepatan udara inlet yang digunakan sebesar 1 m/s; 1,5 m/s; 2 m/s; 2,5 m/s dan 3 m/s. Sedangkan variasi jarak peletakan turbulator ditentukan sebesar 10 cm; 20cm; dan 30cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kecepatan udara inlet dan semakin dekat jarak peletakan turbulator maka transfer massa dan transfer energinya semakin tinggi karena uap air yang diikat desiccant semakin banyak. Dari peningkatan transfer energi maka akan diiringi peningkatan efisiensi dari sistem. Transfer massa tertinggi yaitu 7.082 X 10-4 kg/s didapatkan pada kecepatan udara inlet sebesar 3 m/s dan jarak pletakan turbulator dari spray nozzle sebesar 10 cm. Transfer energi tertinggi yaitu 1.995 kJ/s didapatkan pada kecepatan udara inlet sebesar 3 m/s dan jarak pletakan turbulator dari spray nozzle sebesar 10 cm. Sedangkan efisiensi DDS terbesar yaitu 22.125% didapatkan pada kecepatan udara inlet sebesar 2,5 m/s dan jarak pletakan turbulator dari spray nozzle sebesar 10 cm.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2012/76/051200954
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/141789
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item