BKG

Sareh, SandiWinoto (2012) Pengaruh Jumlah Cermin Reflektor (Fresnel) Terhadap Kinerja Pemanas Air Tenaga Surya Tipe Cylindrical Parabolic Collector. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Dewasa ini kebutuhan manusia akan sumber energi fosil (Batu bara, gas dan minyak bumi) semakin meningkat sehingga sumber energi tersebut semakin menipis akibatnya harga bahan bakar semakin mahal. Salah satu solusi untuk menghemat sumber energi tersebut adalah dengan memanfaatkan energi alternatif yaitu energi matahari yang tentunya lebih ramah lingkungan daripada sumber energi bahan bakar fosil.Salah satu pemanfaatan energi matahari selain sebagai pembangkit listrik juga dapat digunakan sebagai pemanas air. Pemanas air yang banyak digunakan pada umumnya adalah tipe flate-plate collector, namun pemanas jenis ini memiliki tingkat efisiensi yang lebih kecil. Untuk mensiasati agar didapatkan pemanas air dengan kinerja yang lebih baik maka dibuat pemanas air tenaga surya tipe cylindrical parabolic collector (CPC). Bidang CPC memiliki bentuk parabolic sehingga apa bila arah bidang kolektor tersebut tegak lurus dengan arah datangnya sinar matahari maka sinar datang matahari akan dipantulkan tepat menuju titik focus (receiver) sehingga panas yang diterima lebih terkonsentrasi pada bagian receiver akibatnya suhu pemanasan yang dihasilkan pun lebih tinggi. Dalam penelitian ini diamati kinerja CPC dengan kolektor tanpa cermin (alumunium foil) dan dengan cermin yang jumlahnya divariasikan 3884 unit (1x1 cm); 950 unit (2x2 cm) dan 225 unit (4x4 cm). Data yang dibutuhkan dalam proses pengambilan data untuk penelitian ini adalah suhu pemanasan air, intensitas radiasi total dan langsung yang tersedia di alam. Waktu pengambilan data pemanasan air selama 30 menit dengan pengambilan sampel data setiap selang 3 menit, proses pengambilan data dilakukan antara pukul 10.00-14.00 berdasarkan solar time. Pada penelitian ini didapatkan hasil penelitian yaitu, jumlah cermin 3884 unit (1x1 cm) menghasilkan kinerja yang paling baik (suhu pemanasan 44,2 0C dengan jumlah kalor pemanasan air 44.600,6 J serta efisiensi 23,76 %). Dengan semakin banyak jumlah cermin pada bidang cylindrical parabolic collector akan berakibat bidang kolektor memiliki bentuk yang semakin melengkung. Dengan permukaan yang semakin melengkung mendekati parabolik, maka penyimpangan untuk pemantulan cahaya menuju receiver yang terjadi semakin kecil. Akibatnya, dengan penyimpangan pemfokusan cahaya ke receiver yang semakin kecil maka proses pemanasan air di dalam receiver akan semakin baik sehingga suhu pemanasan air akan tinggi serta jumlah kalor pemanasan air pun akan meningkat akibatnya efisiensi dari cylindrical parabolic collector pun meningkat. Kemudian diurutan selanjutnya adalah variasi jumlah cermin 950 unit (2x2 cm) dengan suhu pemanasan 39,93 0C, jumlah kalor pemanasan 34.433,91 J dan efisiensi CPC 19,20%. Lalu di urutan ketiga kolektor dengan tanpa cermin (alumunium foil) suhu pemanasan 37,57 0C, jumlah kalor pemanasan 28.916,31 J dan efisiensi CPC 15,80%. Terakhir, variasi jumlah cermin 225 unit (4x4 cm) dengan suhu pemanasan 36,85 0C, jumlah kalor pemanasan 27.255,92 J dan efisiensi CPC 12,36%.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2012/491/051204513
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/141643
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item