BKG

Bhuwana, ChitraPhristiawanAji (2012) Pengaruh Fluida Pendingin Terhadap Unjuk Kerja Heat Exchanger. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Heat exchanger merupakan alat yang berfungsi memindahkan kalor antara dua fluida yang mempunyai perbedaan temperatur dan menjaga agar kedua fluida tersebut tidak bercampur . Dalam penelitian ini digunakan tiga jenis fluida pendingin yang digunakan, yaitu air kondensat AC, air PDAM, dan Coolant Radiator . Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan fluida pendingin terhadap laju perpindahan kalor, penurunan tekanan, dan efektivitas pada instalasi double pipe heat exchanger . Debit aliran dari fluida pendingin dan fluida panas dijaga pada debit konstan yaitu 900 L/jam. Data hasil pengujian pada sampel masing-masing fluida pendingin didapatkan kalor jenis pada tekanan konstan dari Air Kondensat, Air PDAM, dan Coolant masing-masing adalah sebesar 4,115 kJ/kg o C; 3,751 kJ/kg o C; dan 4,662 kJ/kg o C. Hasil tersebut dijadikan acuan dalam penentuan laju perpindahan kalor, penurunan tekanan, dan efektivitas dari masing-masing fluida pendingin pada instalasi double pipe heat exchanger . Dalam menghantarkan energi kalor terdapat beberapa sifat dari suatu fluida pendingin yang berpengaruh terhadap unjuk kerja alat penukar kalor. Salah satu sifat yang berpengaruh adalah kalor jenis (Cp) yang mana dari masing-masing fluida pendingin memiliki Cp berbeda yang dapat mempengaruhi nilai laju perpindahan kalor. Dengan bertambahnya kalor jenis akan meningkatkan temperatur yang dibutuhkan untuk menaikkan satu derajat celcius sehingga kemampuan meyerap kalor dari fluida pendingin berbeda. Adanya perbedaan kalor jenis meningkatkan selisih temperatur dari fluida panas tersebut. Variasi temperatur berpengaruh terhadap penurunan tekanan, karena pada saat fluida panas menerima kalor dari heater , akan memberikan perubahan pada sifat fluida tersebut. Masa jenis dari fluida panas akan mengalami penurunan, dengan debit fluida yang konstan dapat menghasilkan laju alir masa yang rendah. Dengan semakin rendah masa jenis dari fluida panas maka gesekan fluida dengan dinding pipa akan semakin rendah maka mayor losses yang terjadi akan semakin rendah sehingga penurunan tekanan juga akan semakin rendah. Dalam menentukan efektivitas maka laju perpindahan kalor aktual dibagi dengan perpindahan kalor maksimal, dengan semakin besar laju perpindahan kalor aktual dan semakin kecil laju perpindahan kalor maksimal maka efektivitas yang terjadi akan semakin besar.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2012/458/0512002898
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/141610
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item