BKG

Permana, BuyungSatria (2012) Pengaruh Perbandingan Kotoran Kuda Dengan Air Pada Mesophilic Digester Terhadap Komposisi Biogas. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Biogas merupakan salah satu bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil yang semakin hari keberadaannya semakin langka. Jenis bahan bakar biogas ini dihasilkan dari kotoran hewan seperti (kuda, sapi, kambing, babi dll). Kotoran kuda dipilih karena memiliki prosentase kandungan hemisellulosa, sellulosa, fosfat, dan kalium yang tinggi serta C/N ratio yang ideal 25% yang berpengaruh terhadap produksi dan komposisi biogas yang dihasilkan. Temperatur dan kadar air merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap hasil biogas. Pertumbuhan bakteri maupun proses fermentasi berjalan secara maksimal pada temperatur mesophilic (35oC). Selain temperatur, faktor lainnya yaitu kadar air yang digunakan dalam pencampuran substrat kotoran hewan sampai mendapatkan kekentalan tertentu dengan perbandingan kotoran hewan dan air yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan kotoran kuda dengan air pada mesophilic digester terhadap komposisi biogas agar didapatkan campuran kotoran dengan air yang sesuai (ideal) dan membandingkan hasil penelitian produksi dan komposisi biogas antara kondisi mesophilic 35oC dengan kondisi tanpa pemanasan (temperatur ruang 25-29oC) agar didapatkan pengaruh temperatur terhadap produksi dan komposisi biogas. Variasi yang digunakan adalah campuran kotoran kuda dengan air 1:1, 1:2, 1:3. Penelitian ini dilakukan secara anaerobic dengan kondisi lingkungan dijaga konstan pada temperatur mesophilic 35oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dan komposisi biogas pada kondisi mesophilic lebih tinggi daripada kondisi tanpa pemanasan dengan lama proses yang lebih singkat dengan nilai Relative Humidity (RH) sebesar 91% untuk kedua kondisi. Pada kondisi mesophilic, perbandingan 1:2 menghasilkan biogas paling banyak yaitu sebesar 4,021.10 -3mol dengan CH4 53.1% dan CO2 26.7%, grafik cenderung konstan pada jam ke-78. Perbandingan 1:1 menghasilkan biogas sebesar 3,801.10 -3mol, komposisi CH4 43.7% dan CO2 21.5%, grafik cenderung konstan pada jam ke-104. Perbandingan 1:3 menghasilkan biogas sebesar 4,57.10 -4mol, komposisi CH4 36.6% dan CO2 22.2%, grafik cenderung konstan pada jam ke-130. Pada kondisi tanpa pemanasan, perbandingan 1:2 menghasilkan biogas paling banyak sebesar 3,834.10 -3mol, komposisi CH4 48.7% dan CO2 22.4%, grafik cenderung konstan pada jam ke-102. Perbandingan 1:1 menghasilkan biogas sebesar 3,699.10 -3mol, komposisi CH4 41.3% dan CO2 19.4%, grafik cenderung konstan pada jam ke-162. Perbandingan 1:3 menghasilkan biogas sebesar 3,23.10 -4mol, komposisi CH4 34.4% dan CO2 21.1%, grafik cenderung konstan pada jam ke-196.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2012/412/051202837
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/141566
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item