BKG

Setyabudi,Agung, (2011) Analisis Penerapan Six Sigma Untuk Mengurangi Kebocoran Akibat Defect Of Top Seal Pada Proses Filling Produksi Susu Greenfields (Studi Kasus Di Pt Greenfields Indonesia). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

PT. Greenfields Indonesia merupakan salah satu perusahaan penghasil susu yang sudah menerapkan quality control yang ketat dalam setiap proses produksinya. Namun, sejauh ini masih terdapat defect dari proses produksi yang dilakukan terutama pada proses filling . Defect yang paling kritis pada proses ini adalah kebocoran akibat defect of Top Seal . Prosentase defect of Top Seal ini adalah 61,3 % dari total defect yang terjadi sejumlah 1.428 pack dengan total produk yang dihasilkan sejumlah 28.392 pack . Maka dalam proses tersebut perlu dianalisis sebagai upaya perbaikan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kebocoran akibat defect of Top Seal dengan menggunakan analisis penerapan Six Sigma dan untuk mengetahui faktor yang dominan penyebab defect tersebut pada proses filling produksi susu Greenfields di PT. Greenfields Indonesia. Six sigma merupakan suatu metode yang mengaplikasikan suatu pendekatan yang terstruktur dan sistematis dengan improvement melalui tahap DMAIC yaitu Define, Measure, Analyze, Improve dan Control . Pada penelitian ini penerapan six sigma dibatasi hanya sampai proses rancangan Improve dan obyek yang diteliti adalah produk susu Greenfilds jenis ESL. Tahap pertama yang dilakukan adalah mendefinisikan peta proses dan melakukan analisis Pareto terhadap defect yang terjadi ( Define ). Tahap kedua adalah mengidentifikasi CTQ dan mengukur level sigma ( Measure ). Tahap ketiga adalah menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya defect tersebut menggunakan tabel FMEA resiko aktual dan Fishbone diagram ( Analyze ). Tahap keempat adalah merancang perbaikan proses dengan metode FMEA ( Failure Mode and Effect Analysis ) untuk mengurangi defect produk ( Improve ). Setelah dilakukan pengolahan data didapat nilai DPMO sebesar 30.853,76 yang dapat diartikan bahwa dalam satu juta kesempatan akan terdapat 30.853,76 kemungkinan produk yang dihasilkan mengalami kecacatan. Setelah dikonversi ke dalam tabel konversi DPMO, didapatkan nilai sigma sebesar 3,37. Produk cacat dari hasil produksi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor mesin, faktor material dan faktor lingkungan. Dari ketiga faktor tersebut setelah dianalisa menggunakan tabel FMEA didapatkan urutan penyebab kebocoran akibat defect of Top Seal yang dominan yaitu: 1) Area seal basah; 2) Susu yang membasahi area seal; 3) Pressure pada Top Squeezer tidak sesuai; 4) Panas yang tidak merata pada Top Squeezer; 5) Suhu ruangan yang lembab; 6) Paper lembab; 7) Water cooler yang terlalu panas.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2011/693/051200554
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/141193
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item