BKG

Zulaikhah, Umi (2011) Pengaruh Variasi Kombinasi Pemasangan Bend Grid Dan Helical Turbulator Terhadap Koefisien Perpindahan Kalor Dan Pressure Drop Pada Heat Exchanger. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Heat exchanger banyak digunakan di berbagai industri tenaga atau industri yang lainnya dikarenakan mempunyai banyak keuntungan. Dalam aplikasi heat exchanger di lapangan banyak permasalahan yang masih ditimbulkan, misalnya panas yang ditransfer oleh heat exchanger belum maksimal, terjadinya penurunan tekanan sehingga kerja pompa menjadi berat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya adalah membuat aliran turbulen dalam pipa. Untuk membuat aliran menjadi turbulen dapat dilakukan dengan menambahkan turbulator pada pipa bagian dalamnya. Dalam penelitian ini turbulator yang digunakan berupa bend grid dan helical turbulator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa kombinasi pemasangan bend grid dan helical turbulator berpengaruh terhadap koefisien perpindahan kalor dan pressure drop pada heat exchanger. Pada penelitian ini dilakukan pengaturan debit air panas dan air dingin sampai mencapai keadaan steady. Kemudian dilakukan mengambil data temperatur masuk dan temperatur keluar air dingin maupun air panas, dan pengambilan data perbedaan ketinggian permukaan air panas yang mengalir dalam inner tube berupa beda ketinggian air pada manometer tiap 10 detik sebanyak 5 kali untuk tiap – tiap variasi debit air panas. Proses pengambilan data dilakukan empat variasi kombinasi pemasangan turbulator yaitu variasi tanpa pemasangan turbulator, dengan pemasangan bend grid, dengan pemasangan helical turbulator,dan gabungan pemasangan bend grid dan helical turbulator untuk mengetahui pengaruhnya terhadap koefisien perpindahan kalor dan pressure drop . Dari hasil penelitian didapatkan koefisien perpindahan kalor dari yang terkecil sampai yang terbesar terjadi pada variasi tanpa pemasangan turbulator pada bilangan Reynold 15624 sebesar 365.40 Watt/m 2 ºC, dengan pemasangan helical turbulator sebesar 375.5 Watt/m 2 ºC, pemasangan bend grid sebesar 469.7003 Watt/m 2 ºC, dan gabungan pemasangan helical turbulator dan bend grid sebesar 510.3717 Watt/m 2 ºC. Pressure drop terkecil terjadi pada variasi tanpa turbulator pada bilangan Reynold

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2011/624/ 051105387
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/141125
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item