BKG

Simamora, Panca (2011) Pengaruh Gaya Tekan Akhir terhadap Kekuatan Puntir Sambungan Las Gesek Pada Aluminium Paduan AA6061,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Dalam teknik penyambungan logam, proses pengelasan dituntut untuk menghasilkan sambungan las yang berkualitas dan memiliki kekuatan yang baik. Disamping itu keseluruhan dari proses pengelasan juga diusahakan sesederhana mungkin. Pengelasan gesek ( friction welding ) merupakan salah satu solusi dalam memecahkan permasalahan yang timbul pada saat proses pengelasan, karena keseluruhan prosesnya sangat sederhana dan kekuatan sambungan las-nya hampir sama dengan logam induknya. Salah satu parameter pengelasan gesek yang dapat mempengaruhi kekuatan sambungan las gesek adalah gaya tekan akhir. Gaya tekan akhir dapat meminimalisir terjadinya cacat pada sambungan las gesek. Apabila cacat pada las dapat dikurangi maka kekuatan puntir akan semakin baik. Pada penelitian ini, aluminium paduan AA6061 sebagai spesimen dibentuk dan kemudian dilanjutkan keproses pengelasan gesek. Pada saat proses pengelasan, parameter dari las gesek gaya tekan akhir diberikan. Gaya tekan akhir dengan variasi 156 kgf, 163 kgf, 170 kgf, 177 kgf, 184 kgf diberikan sesaat setelah waktu pengelasan ( friction time ) selama upset time . Setelah proses pengelasan selesai, spesimen hasil pengelasan dibentuk dan dipersiapkan untuk pengujian kekuatan puntir dan pengujian makro sambungan las gesek. Tahap terakhir dari seluruh penelitian ini adalah pembahasan dan pengolahan data yang didapat dari hasil masing-masing pengujian. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa kekuatan puntir rata-rata terendah terjadi pada sambungan las gesek dengan gaya tekan akhir 156 kgf sebesar 102,64 MPa dan kekuatan puntir terbesar didapatkan pada gaya tekan akhir 177 kgf yaitu sebesar 183,30 MPa. Hal ini dikarenakan memiliki luasan fully plasticized yang lebar sebesar 29,19 mm 2 . Penggunaan gaya tekan akhir akan menghasilkan sambungan yang berbeda ditinjau dari foto makrostruktur, kekuatan puntir sambungan dipengaruhi oleh sempit luasnya daerah HAZ yang terbentuk, sedikit tidaknya porositas, dan besarnya luas daerah fully plasticized. Daerah fully plasticized menunjukkan seberapa besar material dapat menyatu satu sama lain selama proses pengelasan berlangsung dan seberapa besar kekuatan sambungan yang terbentuk. Semakin luas daerah fully plasticized maka sambungan yang terbentuk semakin baik dan kekuatan puntirnya tinggi. Penelitian ini terbatas dengan hanya menggunakan material yang sama, untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh pemakaian gaya tekan akhir terhadap kekuatan puntir sambungan las gesek pada dua material yang berbeda.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2011/350/ 051103738
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/140871
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item