BKG

TeguhF, WedaCahyaning (2011) Pengaruh Variasi Temperatur Media Pendingin Air pada Proses Heat Treatment Terhadap Konduktivitas Termal Paduan Aluminium Tembaga (Al – Cu). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Dalam perkembangan Industri saat ini logam memegang peranan yang sangat penting, aluminium merupakan salah satu logam ringan yang memiliki ketahanan korosi dan hantaran panas yang baik. Paduan aluminium tembaga (Al – Cu), adalah salah satu paduan aluminium dengan unsur paduan utamanya adalah cooper atau tembaga. Kelebihan dari paduan ini adalah dapat dikeraskan sampai hampir menyamai kekerasan baja karbon rendah tetapi memiliki keuletan yg lebih baik dari baja karbon rendah, selain itu ketahan korosi dan nilai konduktivitas termal yang tinggi. Nilai konduktivitas termal yg tinggi sangat diperlukan pada pembuatan alat – alat yang berhubungan dengan penukar kalor, hal tersebut dikarenakan semakin tinggi nilai konduktivitas termal maka semakin meningkat juga efisiensi dari alat tersebut. Proses heat treatment adalah salah satu jenis perlakuan panas yang bertujuan meningkatkan kekerasan, menyeragamkan struktur butiran, dan juga mengurangi tegangan sisa. Konduktivitas termal adalah suatu besaran intensif bahan yang menunjukkan kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan panas. Variabel bebas yang diteliti adalah temperatur media pendingin air dengan temperatur 27 ° C, 40 ° C, 60 C, 80 ° C, 95 ° C. Paduan aluminium tembaga seri 2017 merupakan variabel terikatnya dan variabel kendalinya adalah temperatur heat treatment yaitu 400 ° C,450 ° C,500 ° C. Pada penelitian ini nilai konduktivitas termal diukur dengan menggunakan Thermal Conductivity Measuring Apparatus yakni suatu alat yang berfungsi untuk mengukur nilai konduktivitas termal suatu material. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa variasi heat treatment dan media pendingin meningkatkan nilai konduktivitas termal paduan aluminium tembaga. Semakin tinggi temperatur media pendingin dan temperatur heat treatment mengalami peningkatan sampai titik puncak pada temperatur media pendingin air 80 °C dan temperatur pemanasan 500°C, nilai rata – rata konduktivitas termalnya adalah 313,32 (Watt/m.ºC). Sedangkan nilai konduktivitas termal terendah pada temperatur media pendingin air 27 °C temperatur pemanasan 400 °C sebesar 226,94 (Watt/m.ºC).Nilai rata – rata konduktivitas termal spesimen tanpa perlakuan panas adalah 211,33 (watt/m.°C).

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2011/162/ 051102057
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/140699
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item